Media Kampung – 05 April 2026 | Chelsea mengukir kemenangan telak 7-0 atas Port Vale di perempat final FA Cup pada Sabtu (4/4/2026) di Stamford Bridge.

Hasil tersebut memastikan The Blues melaju ke semifinal yang akan digelar di Wembley.

Jorrel Hato membuka skor hanya dua menit setelah peluit pertama, memanfaatkan bola liar dari tendangan sudut.

Gol cepat itu menandai serangan intensif Chelsea sejak menit awal.

Pada menit ke-25, Joao Pedro menyamakan kedudukan lewat penyelesaian tenang setelah umpan Pedro Neto.

Gol kedua menegaskan dominasi lini serang Chelsea.

Di akhir babak pertama, tendangan Malo Gusto diblokir kiper, namun bola berbalik ke arah Jordan Lawrence‑Gabriel yang mencetak gol bunuh diri.

Skor menjadi tiga tanpa balas dari Port Vale.

Memasuki babak kedua, Tosin Adarabioyo menambah keunggulan dengan sundulan keras setelah menerima silang Gusto pada menit ke-57.

Gol keempat menambah tekanan pada pertahanan Vale.

Andrey Santos memperluas selisih menjadi lima gol setelah memanfaatkan bola mati dari sudut kanan.

Pemain muda asal Brasil tersebut menanduk bola ke gawang tanpa pengawalan.

Estevao mencetak gol keenam setelah bola rebound dari tendangan penalti Alejandro Garnacho melanggar tiang.

Golnya divalidasi VAR meski sempat dipertanyakan posisi offside sebelumnya.

Pada menit ke-85, Alejandro Garnacho menutup pesta gol Chelsea lewat eksekusi penalti setelah ditumbuk di dalam kotak penalti.

Gol ketujuh memastikan kemenangan bersih tanpa balas.

Statistik pertandingan menunjukkan Chelsea mencatat 20 tembakan dengan 11 tepat sasaran, sementara Port Vale hanya menghasilkan 4 tembakan tanpa tepat sasaran.

Penguasaan bola 77 persen menegaskan superioritas Chelsea di seluruh fase.

Kedua tim mencatat 10 pelanggaran masing-masing, namun offsides lebih banyak dari pihak Chelsea (3 dibanding 1).

Kedudukan ini menambah rekor sempurna Chelsea dalam 38 pertemuan FA Cup melawan tim divisi bawah sejak musim 2015/16.

Pelatih Liam Rosenior memuji konsistensi timnya, menyebut pertandingan sebagai bukti kualitas skuad menjelang semifinal.

Sementara Jon Brady, pelatih Port Vale, mengakui kesulitan menghadapi lawan kelas atas dan menilai mereka harus belajar dari kekalahan.

Port Vale, yang berada di Liga One, sebelumnya menghebohkan kompetisi dengan mengalahkan Sunderland pada putaran sebelumnya.

Namun, dengan hanya tujuh kemenangan dari 38 pertandingan liga, klub tersebut kini berada dalam zona ancaman degradasi ke divisi keempat.

Kemenangan ini menambah catatan impresif Chelsea dalam kompetisi Piala FA, termasuk kemenangan 4-0 atas Hull City pada putaran keempat.

Tim asuhan Rosenior kini menargetkan trofi pertama sejak 2018 setelah mengatasi serangkaian empat kekalahan beruntun di Liga Premier.

Tosin Adarabioyo, yang baru saja mencetak gol, menuturkan kepada BBC Sport bahwa FA Cup selalu menawarkan peluang bagi semua tim untuk bersaing.

“Kami ingin mengakhiri musim dengan trofi, dan setiap gol memberi kepercayaan diri,” ujarnya singkat.

Penampilan gemilang pemain muda seperti Ryan Kavuma‑McQueen, yang debut menggantikan Lavia, menambah optimisme tentang kedalaman skuad Chelsea.

Meskipun belum mencetak gol, kontribusinya dalam menguasai lini tengah terlihat signifikan.

Port Vale harus menerima bahwa perbedaan kualitas dan kedalaman skuad menjadi faktor utama dalam hasil akhir.

Tim mereka tetap berusaha menahan serangan, namun tekanan terus‑menerus dari Chelsea membuat mereka tak mampu bangkit.

Dengan tiket semifinal di tangan, Chelsea akan bertemu lawan yang belum ditentukan di Wembley pada akhir April.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi klub untuk menambah koleksi trofi dan menegaskan kembali statusnya di antara elit Inggris.

Secara keseluruhan, kemenangan 7-0 menegaskan dominasi Chelsea dalam FA Cup kali ini dan menambah keyakinan untuk tantangan selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.