Media Kampung – 05 April 2026 | Sassuolo menumbangkan Cagliari dengan skor 2-1 di Mapei Stadium, menambah tiga poin penting.
Kemenangan ini mengangkat poin tim hitam‑hijau menjadi 42 di klasemen Serie A.
Pertandingan dimulai dengan tempo hati‑hati, kedua belah pihak saling menguji pertahanan tanpa peluang jelas pada babak pertama.
Ketegangan pecah pada menit ke‑30 setelah Folorunsho melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti, menghasilkan tendangan bebas.
Andrea Esposito mengeksekusi penalti tersebut, memberikan keunggulan 1-0 bagi Cagliari.
Sassuolo segera membalas di babak kedua; pada menit ke‑50, Daichi Garcia mengirimkan umpan sudut rendah yang melesat ke sudut gawang dan menyeimbangkan kedudukan.
Gol Garcia mengembalikan keseimbangan dan meningkatkan tekanan tim tamu.
Tekanan berlanjut hingga menit ke‑78, ketika Bakola mengirimkan umpan silang, dan Andrea Pinamonti mengubah tubuh, menembak ke tiang jauh untuk memimpin 2-1.
Pinamonti menerima peringatan kartu kuning kedua setelah gol tersebut.
Pertandingan berakhir dengan Sassuolo menahan serangan akhir Cagliari, memastikan kemenangan 2-1.
Ini merupakan pertama kalinya Sassuolo mengalahkan Cagliari di kedua pertemuan liga musim ini sejak promosi mereka.
Secara statistik, Sassuolo bergabung dengan sedikit klub promosi yang mencetak lebih dari 41 poin setelah 31 putaran, menyaingi Hellas Verona 2019/20.
Kemenangan ini memperkuat posisi Sassuolo di papan tengah atas dan menjaga harapan kualifikasi kompetisi Eropa.
Sementara itu, Cagliari tetap berada di 30 poin, masih berjuang mengamankan zona aman.
Andrea Pinamonti menambah catatan pribadinya dengan mencetak minimal delapan gol selama tiga musim Serie A berturut‑turut, sejalan dengan Rafael Leão, Christian Pulisic, dan Lautaro Martínez.
Bentuk akhir Pinamonti menampilkan dua gol beruntun, memperkuat reputasinya sebagai penyerang andal.
Pelatih Sassuolo, Alessio Dionisi, memuji ketangguhan tim serta dampak positif pergantian pemain yang memasukkan Bakola dan Pinamonti.
Dionisi menekankan pentingnya mengubah peluang menjadi gol.
Manajer Cagliari, Diego López, menyampaikan kekecewaan atas peluang yang terlewat dan kegagalan mempertahankan keunggulan awal.
López menegaskan perlunya tim bangkit menjelang laga berikutnya.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi penguasaan bola dan tembakan tepat sasaran oleh Sassuolo, sedangkan Cagliari kesulitan mengatur serangan kembali.
Keputusan wasit Davide Chiffi, termasuk pemberian penalti, menjadi faktor penentu hasil.
Suporter di Mapei Stadium memuji aksi menarik serta kontribusi signifikan Garcia dan Pinamonti, menegaskan peningkatan stature klub dalam sepak bola Italia.
Hasil ini menegaskan reputasi Sassuolo sebagai tim kompetitif yang mampu menantang klub tradisional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan