Media Kampung – 02 April 2026 | Bek Persib Bandung, Frans Putros, turut serta dalam skuad Tim Nasional Irak yang berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, menutup jeda empat dekade sejak negara itu terakhir tampil pada edisi 1986.

Kemenangan Irak diraih lewat kemenangan 2-1 atas Bolivia pada laga play‑off interkontinental yang digelar di Estadio BBVA Monterrey, Meksiko, Rabu 1 April 2026.

Irak membuka skor pada menit ke‑10 melalui sundulan Ali Al‑Hamadi setelah menerima tendangan pojok dari Amir Al‑Ammari.

Bolivia menyamakan kedudukan pada menit ke‑38 setelah Moises Paniagua memanfaatkan umpan terobosan dari Ramiro Vaca.

Gol penentu datang pada menit ke‑53, Aymen Hussein menutup peluang dari umpan silang rendah Marko Farji, mengembalikan keunggulan Irak.

Meskipun Bolivia menekan hingga tambahan waktu sembilan menit, skor 2-1 tetap bertahan hingga peluit akhir.

Peran Putros di lini belakang menjadi faktor kunci; ia mengatur posisi pertahanan, memotong serangan lawan, dan membantu menjaga clean sheet sepanjang pertandingan.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyambut berita keberhasilan anak asuhnya dengan antusias, menilai pencapaian tersebut luar biasa bagi karier sang pemain.

“Bagus kita memiliki pemain di Piala Dunia. Karena dia sudah di atas 30 tahun, mungkin ini kesempatan terakhir,” ujar Hodak dalam konferensi pers.

Hodak menegaskan bahwa tampil di turnamen paling bergengsi dunia merupakan impian setiap pesepakbola, dan Putros kini berada di jalur realisasi mimpi itu.

Kebanggaan publik sepak bola Bandung terasa nyata, mengingat Frans Putros merupakan salah satu pemain andalan Persib yang kini berkontribusi di level internasional.

Kualifikasi ini menandai kembalinya Irak ke panggung global setelah 40 tahun, mengingat partisipasi terakhir mereka pada piala dunia Spanyol 1986.

Tim Singa Mesopotamia kini bergabung dalam fase grup piala dunia 2026, di mana mereka akan bersaing melawan tim-tim kuat dari tiga benua.

Analis menganggap Irak dapat menjadi batu sandungan bagi bintang dunia seperti Kylian Mbappé, Erling Haaland, atau Sadio Mané dalam fase grup.

Kebangkitan Irak dipicu oleh kombinasi pengalaman pemain senior dan semangat generasi baru, menambah kedalaman skuad menjelang turnamen utama.

Selain Putros, kontribusi pemain seperti Ali Al‑Hamadi, Aymen Hussein, dan kiper Ahmed Basil menjadi pilar keberhasilan tim dalam proses kualifikasi.

Putros diharapkan tetap menjadi penyangga lini belakang Irak pada Piala Dunia, mengingat kemampuan taktisnya dan pengalaman bermain di kompetisi Eropa.

Dengan tiket yang telah dipastikan, Irak menatap Piala Dunia 2026 dengan keyakinan, sementara Frans Putros bersiap menorehkan prestasi pribadi di ajang sepak bola terbesar.

Federasi Sepak Bola Irak (Iraq FA) mengumumkan apresiasi atas kontribusi pemain asing dalam proses kualifikasi, menekankan bahwa pengalaman Putros di kompetisi Eropa memperkaya taktik tim.

Penampilan impresif Putros di laga penentu meningkatkan nilai pasar pemain, dan sejumlah klub Asia serta Eropa dilaporkan tertarik untuk menambahnya ke daftar transfer mereka.

Tim Irak kini memasuki fase persiapan intensif menjelang Piala Dunia, dengan jadwal latihan di fasilitas khusus dan beberapa laga uji coba melawan tim nasional lain untuk menyempurnakan taktik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.