Media Kampung – 02 April 2026 | Tim nasional Jepang mengalahkan Inggris dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan persahabatan di Wembley pada 1 April 2026. Gol tunggal dicetak oleh Kaoru Mitoma pada menit ke-23.
Pertandingan dijadwalkan sebagai uji coba terakhir kedua tim menjelang Piala Dunia 2026, berlangsung dini hari waktu Indonesia. Kedua skuad menggunakan laga ini untuk menguji taktik dan pemain cadangan.
Serangan balik cepat Jepang dimulai setelah Cole Palmer kehilangan bola di kotak penalti Inggris, memungkinkan Mitoma memimpin serangan hingga menutup peluang dari jarak 12 yard. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang mengubah hasil.
Meski menguasai sekitar 75 persen penguasaan bola, Inggris tak berhasil menembus pertahanan rapat Jepang. Tekanan Inggris lebih banyak, namun penempatan serangan tidak menghasilkan tembakan tepat sasaran.
Thomas Tuchel menggelar eksperimen dengan menempatkan Phil Foden sebagai penyerang utama, meniadakan peran tradisional Harry Kane. Formasi baru tersebut tidak menghasilkan sinergi yang diharapkan.
Beberapa pemain kunci Inggris, termasuk Jude Bellingham, hanya duduk di bangku cadangan, sementara Harry Maguire dan Marcus Rashford masuk pada menit-menit akhir. Cedera pada Declan Rice, Bukayo Saka, dan ketidakhadiran Kane menambah beban skuad.
Seluruh starting XI Jepang merupakan pemain yang berkarier di klub Eropa, seperti Zion Suzuki (Parma), Hiroki Ito (Bayern München), dan Mitoma (Brighton). Kontribusi Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt) dan Daichi Kamada (Crystal Palace) juga menambah keseimbangan tim.
Penampilan Jepang berlanjut dari tren positif lima kemenangan beruntun, termasuk kemenangan 1-0 di Skotlandia, 3-0 atas Bolivia, 2-0 atas Ghana, dan 3-2 melawan Brasil pada Oktober 2025. Formasi tersebut menunjukkan kedalaman dan konsistensi tim.
Kemenangan ini menjadi catatan sejarah pertama Jepang mengalahkan Inggris, mengubah rekor pertemuan sejak 1955 menjadi satu kemenangan, satu hasil imbang, dua kekalahan sebelumnya. Jepang menjadi tim Asia pertama yang menumpangkan Inggris.
Setelah laga, Tuchel mengakui kekecewaan dan menilai cedera pemain sebagai faktor utama kegagalan. Ia menegaskan pentingnya pemulihan sebelum kompetisi utama dimulai.
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu memuji disiplin dan efisiensi skuad, menekankan bahwa strategi bertahan rapat dan serangan balik cepat menjadi kunci. Ia menambahkan bahwa pengalaman di liga top Eropa memperkuat mental pemain.
Dengan peringkat FIFA ke-18, Jepang menargetkan lolos ke perempat final piala dunia 2026, dan kemenangan atas Inggris memberi dorongan mental signifikan. Kepercayaan diri tim kini berada pada puncak menjelang turnamen.
Bagi Inggris, hasil ini menimbulkan pertanyaan tentang kedalaman skuad menjelang fase grup Piala Dunia. Dua laga persahabatan selanjutnya melawan Selandia Baru dan Kosta Rika di Florida menjadi peluang terakhir untuk menyesuaikan formasi.
Statistik pertandingan menunjukkan Inggris mencatat empat tembakan tepat sasaran, sementara Jepang tiga tembakan tepat sasaran. Persentase kepemilikan bola tetap mendominasi pihak Inggris, namun efektivitas akhir tetap milik Jepang.
Jepang meninggalkan Wembley sebagai pemenang, sementara Inggris kembali ke tanah air untuk evaluasi menyeluruh. Kedua tim kini fokus pada persiapan akhir menjelang Piala Dunia 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








Tinggalkan Balasan