Media Kampung – 01 April 2026 | Calvin Verdonk, bek kiri timnas Indonesia yang bermain di Lille, mengungkapkan adanya ketegangan dengan Mason Greenwood pada laga penutup Ligue 1.
Insiden itu terjadi saat kedua pemain bersaing memperebutkan bola di zona pertahanan, memicu percakapan keras yang terekam kamera.
Verdonk mengakui situasi tersebut secara terbuka dalam sesi wawancara di zona campur media setelah pertandingan.
“Saya masih bisa tertawa ketika mengingatnya,” ujarnya, menambahkan bahwa kejadian tersebut tidak memengaruhi fokus tim.
Ia menegaskan bahwa masalahnya bersifat pribadi dan sudah dibicarakan secara internal antara kedua belah pihak.
“Kita semua profesional, jadi kami menyelesaikannya dengan cepat dan kembali ke lapangan,” tambahnya.
Meskipun demikian, insiden tersebut menjadi sorotan media sosial, memicu spekulasi tentang hubungan pemain asing di Ligue 1.
Di sela ketegangan itu, Verdonk juga meluapkan rasa hormatnya kepada rekan setim Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas.
Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers timnas di Gelora Bung Karno, Senin 30 Maret 2026.
“Saya memberi dua pesan khusus untuk Dony,” kata Verdonk, menekankan pentingnya dukungan moral dalam kompetisi internasional.
Pesan pertama menyoroti kepercayaan diri, dengan Verdonk menyarankan Dony bermain seperti saat latihan dan tetap yakin akan kemampuan.
Menurut Verdonk, Dony menunjukkan aksi tajam ketika masuk sebagai pengganti, termasuk umpan silang yang berbahaya.
Ia menilai kontribusi Dony langsung meningkatkan dinamika serangan tim dalam laga melawan Bulgaria pada ajang FIFA Series 2026.
Verdonk juga memuji teknik tendangan Dony, menyebutnya “sangat bagus” dan berpotensi menarik perhatian klub Eropa.
Pesan kedua menekankan harapan jangka panjang, dengan Verdonk berharap Dony dapat menembus kompetisi top Eropa.
“Saya sangat suka gaya bermainnya, dan saya yakin dia dapat berkembang di level yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Verdonk menuturkan bahwa sejak pertemuan pertama di latihan Lille, ia sudah melihat potensi luar biasa pada pemain muda itu.
“Saya sering berbicara dengannya, dan dia selalu menunjukkan sikap profesional dan semangat juang,” tambahnya.
Penghargaan Verdonk terhadap Dony datang pada saat tim nasional Indonesia berusaha memperbaiki performa setelah kegagalan pada fase kualifikasi.
Kedua pemain kini berada di jalur yang berbeda; Verdonk tetap berkompetisi di Ligue 1, sementara Dony berambisi mengukir karier di Eropa.
Insiden dengan Greenwood tidak memengaruhi hubungan Verdonk dengan rekan-rekannya di tim nasional, yang tetap solid menjelang laga berikutnya.
Pelatih Timnas Indonesia menilai bahwa sikap terbuka Verdonk mencerminkan kedewasaan pemain muda yang mampu mengelola konflik.
Sementara itu, Mason Greenwood belum memberikan komentar resmi, namun klubnya, Nottingham Forest, menyatakan akan menindaklanjuti secara internal.
Penggemar sepak bola Indonesia menyambut baik komentar Verdonk, menganggapnya sebagai contoh integritas dan kepemimpinan di dalam tim.
Media lokal melaporkan peningkatan popularitas Dony setelah pujian Verdonk, dengan spekulasi transfer ke klub Liga 1 atau Eropa.
Secara keseluruhan, Verdonk menunjukkan kemampuan mengatasi masalah di lapangan sekaligus memotivasi generasi baru pemain Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan