Media Kampung – 01 April 2026 | Tottenham Hotspur mengumumkan penunjukan Roberto De Zerbi sebagai pelatih kepala baru menggantikan Igor Tudor yang mengundurkan diri setelah 44 hari menjabat.
De Zerbi menandatangani kontrak lima tahun yang dijanjikan sebagai solusi jangka panjang untuk menghindari degradasi.
Klub berada di posisi ke-17 klasemen Premier League, hanya selisih satu poin dari zona merah dengan tujuh pertandingan tersisa.
Keputusan itu diambil setelah kekalahan 0-3 melawan Nottingham Forest yang memperparah tekanan pada Tudor.
Selama lima laga liga, Tudor mencatat satu hasil imbang melawan Liverpool dan empat kekalahan, tanpa meraih kemenangan.
De Zerbi, berusia 46 tahun, sebelumnya memimpin Brighton & Hove Albion dan mencatatkan penampilan impresif pada musim 2022/23.
Ia menempati posisi keempat pelatih termuda di Liga Inggris pada masa itu dan berhasil menempatkan Brighton di peringkat empat sementara.
Sebelum bergabung dengan Brighton, De Zerbi melatih Shakhtar Donetsk dan pernah menjadi pelatih Sassuolo pada musim 2020-2021.
Pernyataan resmi klub menegaskan bahwa De Zerbi dipilih untuk membangun tim dengan gaya bermain menarik dan ambisi meraih prestasi besar.
De Zerbi menyampaikan kebahagiaannya bergabung dengan klub yang dianggapnya salah satu yang paling bergengsi di dunia.
Ia menekankan bahwa prioritas jangka pendek adalah meningkatkan posisi klasemen demi mengamankan tempat di Premier League.
Kontrak yang ditandatangani mencakup klausul khusus yang memungkinkan De Zerbi mengakhiri masa tugas jika Tottenham terdegradasi ke Championship.
Klausul tersebut telah dikonfirmasi oleh analis ESPN Julien Laurens dalam program Monday Night Club di BBC Sport.
Laurens menegaskan bahwa De Zerbi tidak berencana melatih di divisi kedua dan akan mengaktifkan opsi pemutusan kontrak bila klub turun.
Kekhawatiran penggemar Spurs muncul karena sejarah singkat De Zerbi di beberapa klub, termasuk masa jabatan kurang dari dua tahun di beberapa tempat.
Beberapa pendukung menilai ia sebagai “pemain bayaran” yang belum sepenuhnya cocok dengan budaya Tottenham.
Eks pemain Spurs Paul Robinson membandingkan De Zerbi dengan Jose Mourinho dan Antonio Conte, menyoroti sikap blak-blakan dan karakter kuatnya.
Robinson mengatakan De Zerbi akan bertindak sesuka hati, namun memiliki potensi mengubah tim secara signifikan.
Sumber lain melaporkan bahwa De Zerbi menjadi manajer kedua berbayar tertinggi di Premier League setelah penandatanganan kontraknya.
Gaji yang ditawarkan dianggap sebagai faktor utama yang membuatnya mempertimbangkan kembali keputusan awal untuk tidak melanjutkan di Tottenham.
Rumor sebelumnya menyebut De Zerbi hanya tertarik bila klub dapat bertahan di liga tertinggi, namun tawaran finansial mengubah pertimbangannya.
Dalam wawancara singkat, De Zerbi menegaskan keyakinannya pada ambisi klub dan komitmen untuk memberikan segala yang diperlukan.
Ia menambahkan bahwa gaya permainan yang menggairahkan akan menjadi fokus utama dalam proses pembangunan tim.
Manajemen Tottenham menegaskan bahwa penunjukan De Zerbi bersifat final dan tidak dimaksudkan sebagai solusi sementara hingga akhir musim.
Keputusan tersebut juga menandai berakhirnya era singkat Igor Tudor yang menjadi salah satu pelatih permanen dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah Premier League.
Para pengamat menilai tantangan utama De Zerbi adalah mengubah hasil negatif dalam tujuh pertandingan terakhir.
Jika Spurs berhasil mengamankan posisi aman, De Zerbi dapat dianggap sebagai pahlawan yang menyelamatkan klub.
Jika tidak, ia mungkin akan tercatat sebagai pelatih yang gagal mengatasi krisis terbesar dalam sejarah modern Tottenham.
Klub berharap bahwa kombinasi pengalaman taktis dan kemampuan motivasi De Zerbi dapat mengembalikan kepercayaan suporter.
Dengan kontrak jangka panjang, Tottenham menaruh harapan pada stabilitas manajerial yang selama ini kurang terjamin.
Situasi kini menuntut De Zerbi untuk menghasilkan hasil positif secepat mungkin demi menghindari konsekuensi finansial dan prestise klub.
Perkembangan selanjutnya akan sangat dipantau oleh media sepak bola domestik dan internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan