Media Kampung – 30 Maret 2026 | Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, menegaskan kegembiraannya atas kepulangan Elkan Baggott ke skuad Garuda menjelang turnamen FIFA Series 2026, menyebut kehadirannya memperkuat lini belakang tim.

Baggott, bek berusia 23 tahun yang berkarier di Ipswich Town, kembali setelah absen sejak Piala Asia 2023 dan langsung menjadi starter dalam kemenangan 4-0 melawan St Kitts and Nevis pada debut John Herdman.

Diks menilai Baggott memiliki postur tinggi, struktur permainan yang solid, serta sikap positif, dan menambahkan bahwa mereka sudah saling mengenal dari pertemuan sebelumnya.

Ia juga memuji rekan satu tim, Dony Tri Pamungkas, yang mengisi posisi sayap kiri selama 90 menit dan berperan penting dalam fase menyerang.

Dalam pertandingan melawan St Kitts, Baggott berhasil menetralkan serangan udara lawan dan memulai beberapa serangan dari lini belakang, sementara Dony memberikan umpan corner yang menghasilkan gol ketiga Ole Romeny pada menit ke‑53.

Kemenangan tersebut memastikan Indonesia melaju ke final melawan Bulgaria, meningkatkan ekspektasi publik dan media menjelang laga penentu.

Diks menekankan bahwa proses persiapan bersama pelatih baru John Herdman serta stafnya berjalan lancar, dengan pemain cepat beradaptasi pada taktik baru.

Ia menggambarkan dua hari latihan intens sebelum laga melawan Bulgaria sebagai “luar biasa” dan menilai suasana tim yang positif menjadi faktor kunci untuk performa optimal.

Mengenai lawan di final, Diks mengakui Bulgaria pernah menembus semifinal Piala Dunia 1994, namun ia tetap yakin Indonesia siap menghadapi tantangan tersebut.

Walaupun Bulgaria tidak menurunkan semua pemain inti, Diks menilai kualitas fisik dan teknis mereka tetap tinggi, menjadikan pertemuan itu ujian berat bagi Garuda.

Pernyataan Diks menyoroti bahwa kombinasi pengalaman Baggott yang kembali dan energi muda Dony Tri mencerminkan regenerasi seimbang dalam tim nasional.

Dengan dukungan pelatih asing, peningkatan kebugaran, dan semangat kolektif, Timnas Indonesia berharap dapat menampilkan permainan impresif di tanah air pada final FIFA Series 2026.

Jika momentum kemenangan terus terjaga, Diks percaya Indonesia berpotensi mencetak sejarah baru dalam kompetisi internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.