Media Kampung – 17 Maret 2026 | Setelah pertandingan imbang 1-1 antara Persija Jakarta dan Dewa United di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu 15 Maret 2026, sorotan media beralih kepada analisis taktik. Pelatih Dewa United secara terbuka mengungkapkan titik lemah Persija yang dianggap menghambat upaya tim ibu kota meraih gelar. Sementara itu, pelatih Brasil Mauricio Souza menegaskan fokusnya pada proses permainan, bukan sekadar hasil akhir.

Ulasan Dewa United Tentang Kelemahan Persija

Dalam konferensi pers pasca laga, pelatih Dewa United menyoroti beberapa aspek yang dianggap menjadi kendala Persija. Pertama, ia mencatat kurangnya koordinasi dalam transisi pertahanan-ke-serangan, yang sering membuat ruang kosong di lini tengah. Kedua, tekanan tinggi pada lini depan Persija tidak diimbangi dengan pergerakan sayap yang efektif, sehingga peluang gol menjadi terbatas. Selain itu, pelatih Dewa United menilai bahwa kebijakan rotasi pemain belum memberikan konsistensi yang diperlukan dalam lini tengah, menyebabkan kehilangan penguasaan bola di zona kritis.

Mauricio Souza Tetap Optimis, Fokus pada Proses

Meski hasil imbang menambah tekanan pada klasemen, Mauricio Souza menolak menilai performa tim hanya dari skor. Ia menegaskan bahwa Persija tampil lebih baik dibanding lawan, dan menekankan pentingnya analisis proses permainan. “Saya menilai dari bagaimana tim bermain, bukan dari hasil akhir,” ujar Souza setelah pertandingan. Ia juga menolak pengaruh kritik publik, memilih untuk memusatkan perhatian pada latihan harian dan persiapan mental pemain.

Souza menambahkan bahwa timnya sudah menunjukkan kompetitivitas meski tidak memperoleh tiga poin. Ia menantang pengamat untuk menemukan satu pertandingan di mana Persija kalah secara permainan, mempertegas keyakinannya bahwa tim selalu mampu bersaing.

Kualitas Lapangan JIS Jadi Faktor Tambahan

Selain taktik, kondisi lapangan JIS menjadi bahan perbincangan. Souza menyatakan bahwa kualitas rumput yang kurang optimal menghambat kontrol bola bagi kedua tim. Menurutnya, kondisi tersebut memperparah kesulitan dalam menciptakan peluang, terutama ketika tim mengandalkan permainan cepat di sayap. Ia juga mengingatkan bahwa Persija kehilangan enam poin di JIS selama beberapa pertandingan terakhir, menandakan perlunya penyesuaian taktik di kandang sendiri.

Tekanan dari Suporter dan Media

Suporter Persija, Jakmania, mengkritik hasil imbang dan menuntut perbaikan. Kritik tersebut memicu reaksi emosional dari Souza, yang menyatakan rasa kecewa serupa dengan para pendukung. Ia menegaskan bahwa seluruh staf pelatih merasakan beban yang sama, dan tidak mengabaikan aspirasi suporter. “Kami bekerja di bawah terik dan hujan, dan kami juga merasakan kekecewaan yang sama,” kata Souza.

Selain itu, pemain Maxwell, yang gagal mengeksekusi penalti pada menit akhir, mengakui kesalahan dan berjanji untuk bangkit di pertandingan berikutnya. Kesalahan tersebut menambah beban psikologis pada tim, namun Souza menekankan pentingnya pembelajaran dari kegagalan tersebut.

Ke depan, Persija dijadwalkan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-26. Souza berjanji bahwa tim akan memperbaiki kelemahan yang diidentifikasi, terutama dalam transisi dan pemanfaatan sayap. Ia berharap agar tim dapat mengubah titik lemah menjadi kekuatan, sehingga peluang meraih gelar tidak terlewatkan.

Secara keseluruhan, analisis taktik Dewa United dan komentar Souza menggambarkan situasi Persija yang berada di persimpangan. Jika kelemahan yang diungkap dapat diatasi, peluang Persija untuk kembali bersaing di puncak klasemen tetap terbuka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.