Media Kampung – 17 Maret 2026 | Pertandingan tandang Persib Bandung melawan Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda pada Minggu 15 Maret 2026 berakhir imbang 1-1. Kedua tim bersaing di pekan ke-21 Liga Super Indonesia 2025/2026, dan hasil tersebut membuat Persib tetap memimpin klasemen sementara dengan 58 poin, sementara Borneo berada di posisi kedua dengan selisih empat poin.

Gol dan Keputusan VAR

Adam Alis membuka skor bagi Persib pada menit ke-14 setelah memanfaatkan peluang di area pertahanan Borneo. Keunggulan itu bertahan hingga menit ke-84, ketika wasit asal Malaysia, Razlan Joffrin bin Ali, setelah meninjau rekaman VAR, memberikan penalti kepada Borneo. Mariano Peralta mengeksekusi tendangan penalti tersebut dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Keputusan penalti menimbulkan perdebatan karena insiden sebelumnya melibatkan bek Persib, Patricio Matricardi, yang terjatuh di dalam kotak penalti. Pada momen itu, bola pertama kali menyentuh tubuh pemain Borneo, William Barros, sebelum beralih ke tangan Matricardi. VAR tidak mengubah keputusan wasit, sehingga penalti tetap diberikan.

Selain itu, pada tambahan waktu, Persib tampak mendapat peluang penalti setelah Komang Teguh tampak memeluk Matricardi di dalam kotak penalti. Wasit memeriksa VAR namun tidak mengeluarkan keputusan penalti untuk Persib.

Reaksi Pelatih dan Kapten

Bojan Hodak, pelatih Persib asal Kroasia, mengaku kecewa karena timnya seharusnya mampu mengamankan tiga poin. Ia menilai Persib mendominasi babak pertama dengan lebih banyak peluang, namun keputusan VAR mengubah alur pertandingan. Hodak belum menonton kembali rekaman kedua insiden, namun menegaskan bahwa klub akan mengajukan keluhan ke komite yang berwenang jika dianggap dirugikan.

Kapten tim, Marc Klok, juga menyatakan kekecewaan. Ia menegaskan bahwa Persib datang ke Samarinda dengan target jelas untuk meraih kemenangan, apalagi pada momen ulang tahun klub. “Kami tidak senang karena kehilangan dua poin,” ujar Klok, menambahkan harapannya agar tim dapat memperbaiki performa di laga berikutnya.

Implikasi Klasemen

Meski gagal menambah poin, Persib tetap berada di puncak klasemen berkat selisih poin yang cukup besar. Borneo, dengan hasil imbang ini, tetap berada di posisi runner-up, namun jarak empat poin menambah tekanan dalam persaingan gelar juara. Kedua tim menunjukkan kualitas tinggi, namun keputusan wasit menjadi faktor penentu yang menambah ketegangan di antara rival tersebut.

Pelatih Borneo, Fabio Lefundes, mengakui bahwa timnya harus tampil lebih sempurna untuk mengalahkan Persib. Ia menambahkan bahwa strategi tim tidak berjalan sesuai rencana, sehingga harus melakukan penyesuaian di babak kedua, termasuk pergantian pemain untuk meningkatkan intensitas serangan.

Secara keseluruhan, pertandingan berakhir dengan catatan kontroversial yang memicu protes dari pihak Persib. Kedepannya, Bojan Hodak berjanji akan meninjau ulang video insiden dan menyiapkan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan mengajukan banding resmi. Sementara itu, Persib akan fokus pada evaluasi taktik agar dapat mengoptimalkan peluang meraih tiga poin di laga berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.