Media Kampung – 16 Maret 2026 | Jakarta, 16 Maret 2026 – Persija Jakarta kembali terhenti imbang 1-1 melawan Dewa United pada lanjutan BRI Super League di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (15/3). Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang penampilan maksimal bagi Macan Kemayoran justru berakhir dengan catatan kurang memuaskan, menambah deretan poin yang hilang di kandang sendiri.

Gol pembuka dicetak oleh Maxwell pada babak pertama, memanfaatkan peluang setelah serangan balik cepat. Dewa United berhasil menyamakan kedudukan lewat Alexis Messidoro di awal babak kedua, memanfaatkan kesalahan keputusan pemain Persija dalam mengelola bola di zona akhir pertandingan.

Komplain Pelatih Persija tentang Kondisi Lapangan

Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka dalam konferensi pers pasca laga. Menurutnya, kualitas rumput JIS yang tidak rata dan bergelombang menghambat kemampuan tim untuk mengimplementasikan pola permainan berbasis umpan pendek dan tempo cepat. “Jika dilihat dari luar, tampaknya tidak begitu buruk, namun kami yang bermain merasakannya. Bola sering terhenti, aliran permainan melambat, dan kami sulit menguasai area tengah,” ungkap Souza.

Selain menyoroti kesulitan teknis, Souza menambahkan bahwa kondisi lapangan menjadi faktor utama mengapa Persija kehilangan poin penting di kandang. Ia mencatat tiga kali hasil imbang di JIS musim ini: melawan Bali United, Maluku United, dan kini Dewa United, menambah total enam poin yang tertinggal dibandingkan performa tandang yang lebih menguntungkan.

Jan Olde Riekerink Memuji Timnya di Tengah Kesulitan

Di sisi lain, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, memberikan penilaian positif meski timnya bermain di kondisi yang sama. Ia menekankan bahwa hasil imbang 1-1 terasa seperti kemenangan karena memberikan moral boost setelah kegagalan di AFC Challenge League dan keterbatasan waktu persiapan. “Kami hanya memiliki dua hari untuk mempersiapkan diri, bahkan tidak dapat berlatih fisik di lapangan. Namun, taktik yang kami susun berhasil mengeksekusi peluang, terutama melalui sisi kanan pertahanan Persija yang sering ditinggalkan,” kata Riekerink.

Riekerink juga menyoroti peran Noah Sadaoui yang berhasil menciptakan ruang gerak luas di sektor tersebut, serta menegaskan bahwa disiplin taktik tim menjadi kunci. “Bagi saya, mereka seperti menang hari ini,” pungkasnya.

Statistik dan Dampak pada Peringkat

Dengan hasil ini, Persija tetap berada di posisi ketiga klasemen dengan 52 poin, tertinggal dari pemuncak Persib Bandung (58 poin) dan Borneo FC (54 poin). Dewa United, di sisi lain, mempertahankan posisi menengah atas dengan poin yang cukup untuk tetap bersaing dalam sisa musim.

Berikut ringkasan statistik singkat pertandingan:

  • Skor akhir: Persija 1 – 1 Dewa United
  • Gol Persija: Maxwell (35′)
  • Gol Dewa United: Alexis Messidoro (58′)
  • Penguasaan bola: Persija 54%, Dewa United 46%
  • Tembakan ke gawang: Persija 7, Dewa United 5

Reaksi Pemain dan Analisis Teknis

Alex Martins, penyerang andalan Dewa United, mengakui bahwa jadwal padat menjadi tantangan utama. “Kami hanya memiliki dua hari untuk persiapan dan sebelumnya sudah banyak pertandingan, jadi kondisi fisik menjadi faktor penting,” ujarnya.

Di pihak Persija, Souza menyoroti keputusan salah pemainnya yang seharusnya membuang bola jauh dari area tekanan, namun malah mengembalikannya ke tengah lapangan, memberi peluang bagi Dewa United melakukan serangan balik cepat yang berujung pada gol penyeimbang.

Para pengamat sepak bola menilai bahwa meskipun kedua tim tampak terhambat oleh kondisi lapangan, Dewa United menunjukkan adaptasi taktik yang lebih efektif, sementara Persija masih harus menemukan cara mengoptimalkan permainan teknisnya di atas rumput yang tidak menentu.

Ke depan, Persija dijadwalkan menghadapi lawan-lawan kuat dalam beberapa minggu mendatang, termasuk pertandingan tandang melawan Persib. Sementara itu, Dewa United berusaha memanfaatkan momentum positif ini untuk bangkit kembali setelah kegagalan di kompetisi Asia.

Dengan isu kualitas lapangan yang terus berulang, pihak pengelola JIS diharapkan segera melakukan perbaikan agar tidak lagi menjadi faktor penentu hasil pertandingan di level tertinggi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.