Media Kampung – 16 Maret 2026 | Jakarta, 16 Maret 2026 – Persija Jakarta harus puas berbagi angka setelah dijaga imbang 1-1 oleh Dewa United pada lanjutan putaran ke-25 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) Minggu (15/3). Gol pertama dicetak oleh Maxwell Souza lewat serangan balik dari sudut kiri setelah Jean Mota mengirimkan bola ke daerah penalti. Namun, Dewa United berhasil menyamakan kedudukan lewat Alexis Messidoro pada menit ke-55 setelah serangan cepat yang dimulai dari umpan Ricky Kambuaya kepada Rafael Struick.

Setelah pertandingan, pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, menyampaikan rasa tanggung jawabnya dan mengaku memahami kekecewaan Jakmania. “Kami merasakan frustrasi para penggemar, frustrasi para penggemar juga merupakan frustrasi kami,” ujarnya dalam konferensi pers daring pada Sabtu (10/1/2026). Ia menambahkan bahwa tim bekerja keras di bawah terik matahari dan hujan, bahkan pulang hingga pukul 01.00 pagi, demi memberikan kebahagiaan bagi seluruh pendukung.

Kekurangan Pemain Inti Memengaruhi Performansi

Souza menyoroti absennya empat pemain kunci pada laga tersebut: Alaaeddine, Allano, Mauro, dan Paulo. “Hari ini kami tidak memiliki Alaaeddine, kami tidak memiliki Allano, kami tidak memiliki Mauro, dan kami tidak memiliki Paulo. Dan kami memainkan pertandingan pertama Jean sebagai starter untuk tim,” jelasnya. Tanpa keempat pemain tersebut, Persija harus mengandalkan skuad yang belum teruji sepenuhnya, yang berujung pada ketidakseimbangan dalam menguasai lini tengah dan serangan.

Kritik Terhadap Kondisi Lapangan JIS

Selain faktor skuad, Souza juga mengkritik kondisi lapangan JIS yang menurutnya tidak mendukung permainan teknik timnya. “Menurut saya, pertandingan ini secara teknis sangat buruk. Jika dianalisis, hampir tidak ada peluang gol yang benar-benar jelas dari kedua tim,” katanya. Ia menilai rumput yang kurang merata menghambat pola permainan pendek dan tempo cepat yang menjadi ciri khas Persija.

Souza menambahkan, “Lapangan tidak memiliki kondisi minimal untuk menghadirkan pertandingan sepak bola dan tontonan yang baik.” Kritik ini muncul bersamaan dengan catatan Persija yang kehilangan enam poin penting di kandang, termasuk hasil imbang melawan Bali United, Malut United, dan Dewa United.

Tantangan Terbuka kepada Pengamat

Menanggapi sorotan media sosial yang menuntut pemecatan dirinya, Souza menolak untuk terpengaruh oleh opini publik. “Dan kami tidak melihat apa yang dikatakan media sosial. Karena saya tidak bisa mengontrol apa yang kalian katakan. Saya mengontrol apa yang saya lakukan,” tegasnya. Ia melontarkan tantangan kepada pengamat: “Silakan cari satu pertandingan di mana lawan bermain lebih baik dari kami, lalu kita bicara soal strategi.”

Souza juga menekankan bahwa penilaian performa tim harus dilihat dari kualitas permainan, bukan sekadar hasil akhir. “Saya tidak menganalisis pertandingan dari hasil. Saya menganalisis dari bagaimana permainan itu berlangsung,” ungkapnya.

Klasemen Sementara Liga Super 2025/2026

PosisiTimPoin
1Persib Bandung58
2Borneo FC54
3Persija Jakarta52
9Dewa United34

Semua tim telah menempuh 25 laga. Persija masih berada di peringkat tiga, selisih enam poin dari pemuncak klasemen Persib dan dua poin dari Borneo FC.

Meski hasil imbang ini menambah deretan poin yang terlewatkan di kandang, Souza menegaskan tekad tim untuk terus berjuang sampai akhir musim. Ia berharap dukungan Jakmania tetap mengalir dan menegaskan bahwa kerja keras di lapangan akan membuahkan hasil pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Dengan kombinasi kritik lapangan, kekurangan pemain, dan tekanan suporter, Persija berada pada persimpangan penting. Keputusan taktis dan adaptasi terhadap kondisi eksternal akan menjadi faktor penentu apakah Macan Kemayoran mampu kembali meraih kemenangan dan menutup jarak dengan pemuncak klasemen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.