Media Kampung – 10 Maret 2026 | Tim sepak bola legendaris Mesir, Al Ahly, kembali menjadi sorotan dunia setelah serangkaian peristiwa dramatis yang melibatkan pemainnya di turnamen internasional dan kompetisi domestik. Dari konfrontasi tak terduga antara bek Yasser Ibrahim dan bintang Argentina Lionel Messi di FIFA Club World Cup 2025, hingga dinamika persaingan ketat di Liga Premier Mesir yang dapat mengubah puncak klasemen, klub ini menunjukkan ketangguhan dan ambisi yang tak pernah surut.

Konfrontasi Yasser Ibrahim dan Lionel Messi: Apa Penyebabnya?

Pada pertandingan pembuka FIFA Club World Cup 2025 melawan Inter Miami, Yasser Ibrahim, bek tengah Al Ahly, terlibat insiden dengan Lionel Messi. Menurut pernyataan Ibrahim dalam sebuah acara satir, insiden dimulai ketika rekan setimnya, Marwan Attia, harus meninggalkan lapangan karena cedera otot. Tim Al Ahly mengharapkan Inter Miami menghentikan serangan demi memberikan perawatan kepada Attia. Namun, Messi dan rekan-rekannya terus menekan, memicu rasa frustrasi Ibrahim.

“Kami mengira permainan akan dihentikan. Ketika mereka tetap menyerang, saya merasa harus menegur mereka,” ujar Ibrahim. Ia menambahkan bahwa ia sempat membuat gestur mengejek tinggi badan Messi sebagai cara mengekspresikan kemarahannya. Meskipun situasi memanas, tidak ada tindakan disipliner berat yang dijatuhkan, dan pertandingan berlanjut hingga akhir. Insiden ini menjadi sorotan utama turnamen, dengan video konfrontasi tersebar luas di media sosial.

Pengaruh Emam Ashour Kembali Menguat di Al Ahly

Di tengah kegaduhan di panggung internasional, Al Ahly juga mengalami kebangkitan taktik dari gelandang veteran Emam Ashour. Setelah periode kurang menonjol, Ashour kini kembali menjadi motor penggerak lini tengah, memberikan visi permainan dan kontrol bola yang lebih baik. Pelatih kepala klub, Juan Carlos Garrido, memuji peran Ashour sebagai “otak” yang membantu menstabilkan serangan dan pertahanan tim.

Statistik terbaru menunjukkan peningkatan persentase penguasaan bola Al Ahly menjadi 58%, naik dari 49% pada musim sebelumnya. Keberadaan Ashour juga berkontribusi pada peningkatan jumlah umpan kunci, dengan rata-rata 2,8 umpan per pertandingan, dibandingkan 1,9 pada fase awal musim.

CAF Champions League: Tantangan Dari Espérance dan Strategi Patrice Beaumelle

Di ajang CAF Champions League, Al Ahly akan menghadapi Espérance Sportive de Tunis pada perempat final. Pelatih tim Tunisia, Patrice Beaumelle, mengungkapkan rencana taktisnya untuk mengatasi serangan cepat Al Ahly. “Kami akan menekan tinggi, menutup ruang bagi penyerang sayap mereka, dan memanfaatkan transisi cepat,” kata Beaumelle dalam konferensi pers.

Al Ahly, yang menempati posisi kedua dalam grup, mengandalkan kecepatan sayap kanan oleh Mohamed Sherif serta kreativitas tengah dari Ashour untuk menembus pertahanan lawan. Jika berhasil, klub ini dapat melanjutkan tradisi panjangnya dalam kompetisi benua, menambah trofi bergengsi di lemari prestasinya.

Dua Laga Tertunda yang Bisa Mengubah Peta Juara Liga Premier Mesir

Sementara fokus internasional menggelora, kompetisi domestik Liga Premier Mesir menghadapi ketidakpastian akibat dua pertandingan yang ditunda. Pertandingan antara Al Ahly melawan Zamalek dan pertandingan antara Pyramids FC melawan Al Ittihad Alexandria dijadwalkan ulang karena gangguan cuaca dan masalah keamanan stadion.

  • Al Ahly vs Zamalek: Pertandingan yang biasanya menjadi penentu gelar, jika dijalankan, dapat memberikan tiga poin krusial bagi kedua tim. Al Ahly kini berada di posisi kedua dengan 52 poin, sementara Zamalek memimpin dengan 55 poin.
  • Pyramids FC vs Al Ittihad Alexandria: Kemenangan Pyramids dapat menambah tekanan pada Al Ahly, yang sedang berusaha menutup jarak selisih poin.

Kedua laga tersebut dijadwalkan kembali pada minggu ketiga bulan April. Jika Al Ahly berhasil mengamankan tiga poin melawan Zamalek, mereka berpotensi menggeser posisi teratas dan menambah tekanan pada kompetisi akhir musim.

Kesimpulan

Al Ahly kini berada di persimpangan penting dalam kalender sepak bola. Insiden dengan Messi menambah dimensi internasional pada citra klub, sementara peran kunci Emam Ashour dan strategi taktis dalam CAF Champions League menunjukkan kesiapan tim untuk menantang lawan-lawan kuat. Di sisi lain, hasil dari dua pertandingan tertunda di Liga Premier Mesir dapat menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar domestik. Semua mata kini tertuju pada Al Ahly, menantikan apakah klub raksasa Mesir ini dapat menuliskan babak baru yang penuh kemenangan di panggung lokal maupun internasional.