Media Kampung – Barcelona memperkuat posisi puncak klasemen Liga Spanyol setelah mengalahkan Getafe 2-0 pada pekan ke-33, sementara Sevilla berada di zona degradasi. Persaingan di bagian atas dan bawah liga semakin intens menjelang akhir musim 2025/2026.
Menurut data resmi LaLiga yang dipantau di Jakarta pada Senin, 27 April 2026, Barcelona mengumpulkan 85 poin, unggul 11 poin atas Real Madrid yang berada di posisi kedua dengan 74 poin. Poin tambahan ini menegaskan dominasi asuhan Hansi Flick dalam perburuan gelar musim ini.
Real Madrid gagal memperkecil jarak setelah bermain imbang 2-2 melawan Real Betis di kandang lawan, sehingga tetap berada di posisi kedua. Kemenangan tersebut memberi Atletico Madrid peluang mengejar tempat ketiga, mengingat Atletico kini mengoleksi 60 poin setelah mengalahkan Athletic Club 3-2.
Villarreal mempertahankan ambisi zona Liga Champions dengan mengumpulkan 57 poin, berkat kemenangan 2-1 atas Celta Vigo pada pekan yang sama. Posisi ketiga masih dapat berubah tergantung hasil pertandingan sisa musim.
Di papan tengah, Real Betis menempati posisi kelima dengan 50 poin, selisih 10 poin dari Atletico. Mereka masih memiliki peluang masuk kompetisi Eropa jika mampu menambah poin pada empat laga terakhir.
Pesaing terdekat Sevilla kini berada di peringkat ke-18 dengan 34 poin setelah kalah 1-2 di kandang Osasuna. Kekalahan tersebut menempatkan mereka hanya selisih satu poin dari Mallorca yang menempati posisi ke-17 dengan 35 poin.
Mallorca sendiri mengalami kemunduran setelah kalah 1-2 dari Alavés, namun tetap berada di zona aman karena selisih satu poin dengan Sevilla. Kedua tim tersebut bersaing ketat untuk menghindari tiga tempat terbawah.
Levante, yang berada di posisi ke-19 dengan 32 poin, menunjukkan tren positif dengan dua kemenangan beruntun melawan tim tengah klasemen. Jika mereka mempertahankan performa ini, peluang keluar dari zona degradasi akan meningkat.
Real Oviedo menempati dasar klasemen pada posisi ke-20 dengan 28 poin setelah menyerah 1-2 dari Elche. Tim asal Asturias masih berjuang keras untuk menghindari relegasi, namun jarak poin yang besar membuat situasi semakin sulit.
Hansi Flick, pelatih Barcelona, menyatakan dalam konferensi pers pasca-pertandingan bahwa timnya tetap fokus pada konsistensi dan tidak menganggap enteng laga sisa. Ia menekankan pentingnya menjaga tekanan pada rival-rival utama.
Di sisi lain, pelatih Sevilla, José Luis Martí, mengaku kecewa dengan hasil melawan Osasuna namun berjanji akan memperbaiki performa tim. Ia menambahkan bahwa setiap poin sangat krusial untuk memastikan kelangsungan klub di Liga Spanyol.
Kondisi terbaru menunjukkan bahwa liga masih terbuka untuk perubahan posisi, baik di puncak maupun di zona degradasi. Pertandingan-pertandingan pekan berikutnya akan menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi dan siapa yang harus berjuang melawan jatuhnya ke divisi bawah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan