Media Kampung – 11 April 2026 | Prabowo Subianto resmi mengundurkan diri dari jabatan ketua umum Persatuan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) setelah mengabdi selama 34 tahun. Keputusan itu diumumkan dalam rapat pleno organisasi yang dihadiri anggota senior dan perwakilan daerah.

Selama tiga dekade, Prabowo dikenal sebagai tokoh yang berperan besar dalam mempopulerkan pencak silat baik di tingkat nasional maupun internasional. Upayanya meliputi penyusunan program pelatihan, peningkatan infrastruktur, dan penyertaan pencak silat dalam agenda olahraga multi‑event.

Meskipun pencak silat telah menjadi cabang resmi Asian Games sejak 2018, Prabowo mengakui bahwa target terpentingnya—membawa olahraga ini ke Olimpiade—belum tercapai. “Saya minta maaf kepada seluruh praktisi dan pecinta pencak silat karena belum dapat mewujudkan impian Olimpiade,” ujar Prabowo dalam sambutan singkatnya.

Prabowo menegaskan komitmen pribadi untuk tetap mendukung pengembangan pencak silat meski tidak lagi memegang jabatan tertinggi. Ia berjanji akan menjadi mentor bagi generasi pemimpin baru dan membantu memperkuat jaringan kerjasama internasional.

Penggantinya, yang diumumkan pada hari yang sama, adalah seorang praktisi senior dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun di arena kompetisi. PB IPSI menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru dapat mengatasi hambatan birokrasi dan mempercepat proses pengajuan pencak silat ke Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Pengurus baru menyatakan akan meninjau kembali program persiapan atlet, memperkuat standar penjurian, dan meningkatkan partisipasi negara anggota. Mereka juga berencana menyelenggarakan turnamen internasional yang diakui oleh federasi silat dunia.

Para pengamat olahraga menilai bahwa langkah Prabowo mengundurkan diri memberi peluang bagi pembaruan strategi. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara federasi nasional, pemerintah, dan lembaga internasional untuk mencapai status Olimpiade.

Dalam konteks kebijakan olahraga nasional, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menyatakan dukungan penuh terhadap upaya PB IPSI. Menteri menekankan perlunya alokasi dana khusus untuk pelatihan teknis dan peningkatan fasilitas.

Sejumlah atlet senior menyampaikan rasa terima kasih kepada Prabowo atas dukungan moral dan material selama masa jabatannya. “Kami menghargai dedikasi beliau yang tak kenal lelah, meski tantangan belum selesai,” kata seorang peraih medali Asian Games.

Namun, kritik juga muncul dari kalangan yang menilai kebijakan lama terlalu berfokus pada aspek kebudayaan, sehingga mengabaikan standar kompetisi internasional. Mereka mengusulkan penyesuaian kurikulum pelatihan agar lebih selaras dengan regulasi IOC.

PB IPSI berjanji akan membuka forum konsultasi terbuka dengan praktisi, pelatih, dan akademisi. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran ide dan penyusunan roadmap jangka panjang.

Secara historis, pencak silat memiliki akar budaya yang kuat di Indonesia, dengan lebih dari 150 aliran yang tersebar di seluruh kepulauan. Upaya menjadikannya olahraga olimpiade dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.

Komite Olimpiade Internasional menilai bahwa sebuah cabang olahraga harus memenuhi kriteria universalitas, popularitas, dan integritas. Pencak silat saat ini sedang dalam proses evaluasi untuk memenuhi kriteria tersebut.

Jika berhasil masuk ke program Olimpiade, pencak silat diproyeksikan dapat menarik perhatian jutaan penonton global dan membuka peluang sponsor internasional. Hal ini juga berpotensi meningkatkan jumlah atlet profesional di dalam negeri.

Prabowo menutup pernyataannya dengan harapan bahwa generasi penerus akan melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Ia menekankan bahwa pencapaian Olimpiade bukan hanya impian pribadi, melainkan kebanggaan seluruh bangsa.

Rapat pleno berakhir dengan penandatanganan notulen pengunduran diri dan penetapan kepengurusan baru. Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menjaga kesinambungan program pengembangan pencak silat.

Dengan pergantian kepemimpinan ini, PB IPSI memasuki fase transisi yang diharapkan akan memperkuat posisi olahraga tradisional dalam kancah kompetisi global. Langkah selanjutnya adalah menyusun strategi konkret demi target Olimpiade berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.