Media Kampung – 11 April 2026 | Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan Piala AFF U-17 2026 bukan sekadar turnamen persahabatan, melainkan batu loncatan penting menuju kompetisi Asia dan dunia.
Tim Garuda Muda akan bersaing di Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste, dengan jadwal pertama melawan Timor Leste pada 13 April di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik.
Kurniawan, yang berusia 49 tahun, mengandalkan pengalaman sebagai staf pelatih di klub Serie A, Como, untuk menanamkan disiplin taktik dan intensitas permainan pada pemain muda.
Ia menekankan bahwa teknik saja tidak cukup; ketangguhan mental menjadi pembeda utama antara pemenang dan yang tersingkir di level internasional.
Selama fase persiapan, skuad menggelar latihan intensif di Surabaya dan melakukan uji coba internasional melawan tim kuat, termasuk China U-17 dan Thailand U-17.
Menurut Kurniawan, pertandingan-pertandingan tersebut memberikan “positif terkait mental pertandingan internasional” karena tekanan di kompetisi luar negeri berbeda jauh dari liga domestik.
Ia menambahkan, “Pola pikir dan intensitas bermain harus sejalan dengan standar Eropa, sehingga pemain siap menghadapi kecepatan dan fisik lawan di turnamen ASEAN.”
Pelatih mengakui masih terdapat celah pada kesalahan individu yang berpotensi mengundang gol, dan menekankan bahwa hal itu harus diminimalkan menjelang turnamen utama.
“Kesalahan elementer tidak boleh terulang di level internasional,” ujarnya singkat, menegaskan pentingnya konsistensi dalam eksekusi taktik.
Tim yang didominasi pemain Elite Pro Academy (EPA) diharapkan memanfaatkan tekanan kompetisi domestik untuk menyesuaikan diri dengan intensitas pertandingan internasional.
Kurniawan menilai bahwa pengalaman bermain di EPA memberikan “tekanan berbeda” yang membantu mempercepat adaptasi mental pemain muda.
Ia juga menyoroti pentingnya kebugaran fisik, menyatakan bahwa “aspek fisik dan kecepatan permainan menjadi fokus utama dalam setiap sesi latihan.”
Persiapan meliputi simulasi situasi pertandingan, latihan taktik bertahan, serta pengembangan kemampuan menguasai bola dalam ruang sempit.
Target jangka panjang Kurniawan adalah mengantar Timnas U-17 ke Piala Asia U-17 2026 dan selanjutnya ke Piala Dunia U-17 2026, melanjutkan jejak Nova Arianto yang sebelumnya berhasil menembus perempat final Asia.
Namun, pelatih menegaskan agar prestasi masa lalu tidak menjadi beban bagi anak asuhnya, melainkan menjadi motivasi untuk berprestasi lebih baik.
“Kami tidak ingin terbebani oleh prestasi era sebelumnya; fokus kami adalah membangun mental yang kuat dan permainan kolektif yang efektif,” katanya.
Dengan dukungan PSSI yang menyiapkan dua stadion di Jawa Timur sebagai tuan rumah, harapan publik tinggi pada performa tim yang dipimpin Kurniawan.
Penutup, Kurniawan tetap optimis bahwa kombinasi disiplin taktik ala Eropa, mentalitas kuat, dan pengalaman internasional akan membawa Garuda Muda menembus babak selanjutnya di AFF U-17 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan