Media Kampung – 09 April 2026 | Timnas Indonesia U-17 resmi membuka kompetisi ASEAN U-17 Championship 2026 pada 13 April melawan Timor Leste.

Pertandingan pembuka ini menandai era baru bagi skuad muda Garuda di bawah asuhan Kurniawan Dwi Yulianto.

Kurniawan, mantan pelatih Sabah FC (Malaysia) dan mantan asisten pelatih Como 1907 (Italia), diangkat sebagai pelatih kepala setelah Nova Arianto pindah ke tim U-20.

Pengalaman internasionalnya diharapkan dapat memperkuat taktik dan mental pemain muda Indonesia.

Dalam persiapan turnamen, Kurniawan memanggil 26 pemain terpilih, termasuk striker andalan Mierza Firjatullah yang berusia 17 tahun.

Baca juga:

Firjatullah, yang dulu tampil bersinar di era Nova Arianto, menjadi harapan utama dalam mencetak gol.

Timnas Indonesia ditempatkan di Grup A bersama Malaysia, Vietnam, dan Timor Leste, grup yang disebut “neraka” karena kualitas lawan.

Meski demikian, pelatih menegaskan tidak ada tim yang terlalu kuat atau lemah untuk dihadapi.

“Kami tidak pilih-pilih lawan. Yang penting kami siap bertanding,” ujar Kurniawan dalam konferensi pers pra-turnamen.

Ia menambahkan, keberhasilan Myanmar lolos Piala Asia memperlihatkan bahwa tim dengan kondisi serupa mampu menembus kompetisi besar.

Jadwal lengkap turnamen dimulai Senin, 13 April 2026, dengan pertandingan Indonesia vs Timor Leste.

Berikutnya, Kamis, 16 April, Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di Gresik.

Selasa, 19 April, tim asuhan Kurniawan bertemu Vietnam dalam laga penentuan grup.

Jika berhasil melewati fase grup, Indonesia akan melaju ke semifinal pada Rabu, 22 April.

Final turnamen dijadwalkan pada Jumat, 24 April, menandai puncak kompetisi.

Prestasi sebelumnya menambah tekanan pada skuad muda ini, termasuk peringkat tiga di ASEAN Cup U-16 2024.

Timnas U-17 juga berhasil masuk delapan besar Piala Asia U-17 2025.

Baca juga:

Keberhasilan paling menonjol adalah kemenangan perdana di Piala Dunia U-17 2025.

Keberhasilan tersebut meningkatkan ekspektasi publik terhadap performa di ASEAN 2026.

Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) menegaskan dukungan penuh bagi tim muda, termasuk penyediaan fasilitas latihan terbaik.

Stadion Gresik dan Sidoarjo menjadi venue utama pertandingan grup.

Penonton diperkirakan akan mendukung dengan antusias, mengingat pentingnya turnamen bagi pengembangan bakat usia dini.

Selain persiapan fisik, Kurniawan juga menekankan pentingnya disiplin taktik dan kerja sama tim.

Ia berharap pemain dapat menampilkan sepakbola menyerang yang dinamis tanpa mengabaikan pertahanan.

Timnas Indonesia U-17 diharapkan menjadi contoh bagi generasi selanjutnya dalam menembus kancah internasional.

Jika berhasil menembus final, Indonesia berpeluang menambah koleksi trofi di level regional.

Keberhasilan di turnamen ini juga dapat memperkuat posisi Kurniawan sebagai pelatih muda berbakat di Asia.

Para pengamat menilai grup A memang menantang, namun tidak menutup peluang kejutan.

Dengan persiapan matang, harapan besar tetap menggelora bagi Garuda Muda.

Baca juga:

Turnamen ini menjadi ajang penting untuk menilai kesiapan pemain menjelang kompetisi Asia dan dunia berikutnya.

Semua mata kini tertuju pada performa pertama Indonesia melawan Timor Leste, pembuka yang menentukan momentum tim.

Jika Indonesia dapat meraih kemenangan pertama, kepercayaan diri tim akan meningkat menjelang laga selanjutnya.

Turnamen akan berakhir pada 24 April, menyisakan satu minggu penuh kompetisi intens bagi tim muda.

Kesimpulannya, Indonesia membuka ASEAN U-17 Championship 2026 melawan Timor Leste dengan jadwal lengkap yang menantang, dipandu pelatih berpengalaman Kurniawan Dwi Yulianto, dan diharapkan dapat menambah prestasi bersejarah bagi Garuda Muda.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.