Media Kampung – 09 April 2026 | Coach Imanudin Husnuzan dari Banyuwangi berhasil memperoleh lisensi A Nasional, pencapaian pertama bagi pelatih basket daerah tersebut. Penghargaan ini menandai langkah penting dalam kariernya.
Pengurus Kabupaten Perbasi Banyuwangi mengumumkan keberhasilan tersebut setelah Imanudin mengikuti program penataran pelatih nasional yang diselenggarakan oleh PB Perbasi di Hotel Aryaduta Tangerang. Program tersebut menyeleksi 29 pelatih terbaik dari seluruh Indonesia.
Imanudin, yang sebelumnya mewakili Provinsi Jawa Timur, berhasil lolos seleksi ketat yang menilai kompetensi teknis, taktis, serta kemampuan manajerial dalam mengelola tim basket. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari banyuwangi dalam kelompok tersebut.
Dalam wawancara dengan wartawan pada Kamis 9 April 2026, Imanudin menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Sangat bersyukur sekali bisa sampai di titik ini, namun ini baru awal; belajar terus menjadi kunci,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa lisensi A bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk meningkatkan standar pelatihan di tingkat daerah. “Saya ingin berbagi ilmu, bukan hanya untuk diri sendiri,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Imanudin akan menjadi narasumber dalam workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK di Kabupaten Sidoarjo pada akhir April. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan metodologi latihan basket kepada guru pendidikan jasmani.
Selain itu, Imanudin akan terlibat dalam proses seleksi pelatih DBL Camp yang akan dilaksanakan di Jakarta pada akhir bulan yang sama. DBL Camp merupakan program pengembangan bakat basket remaja yang didukung oleh Perbasi.
Ia mengaku antusias membantu proses seleksi karena dapat menilai calon pelatih muda yang potensial. “Pengalaman saya di tingkat nasional dapat menjadi acuan bagi mereka,” kata Coach Iman.
Fokus jangka panjang Imanudin tetap pada pengembangan basket di tanah kelahirannya. Ia berencana mengadakan klinik pelatihan di Banyuwangi serta bekerja sama dengan klub lokal untuk memperkuat basis pemain.
“Saya ingin membangun ekosistem basket yang berkelanjutan di Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi,” ia menegaskan. Upaya tersebut diharapkan menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga basket.
Imanudin juga menyatakan komitmen untuk mendukung tim Merah Putih, tim nasional basket Indonesia, melalui program pelatihan terstruktur. Ia berharap dapat berkontribusi pada prestasi internasional bangsa.
Pihak Perbasi menilai keberhasilan Imanudin sebagai contoh keberhasilan program pelatihan nasional yang menembus wilayah daerah. “Lisensi A memperkuat jaringan pelatih berkualitas di seluruh Indonesia,” ujar juru bicara Perbasi.
Statistik terbaru menunjukkan bahwa hanya sekitar 5% pelatih basket di Indonesia yang memiliki lisensi A, menjadikan pencapaian Imanudin lebih istimewa. Hal ini mencerminkan tingkat kompetisi yang tinggi dalam seleksi.
Sebagai alumni SMA Negeri 1 Giri Banyuwangi, Imanudin mengingat dukungan keluarga dan lingkungan sekolah yang memotivasi kariernya. “Sekolah memberi dasar, tapi kerja keras lah yang menghasilkan,” ia mengingatkan.
Komunitas basket Banyuwangi merayakan pencapaian tersebut dengan mengadakan acara apresiasi kecil di lapangan kota. Banyak pemain muda menyatakan kebanggaan memiliki pelatih berlisensi A di daerah mereka.
Pihak pemerintah kabupaten juga berjanji meningkatkan fasilitas latihan, termasuk renovasi lapangan dan penyediaan peralatan modern, untuk mendukung program Imanudin. Investasi tersebut diharapkan menambah kualitas kompetisi lokal.
Keberhasilan Imanudin diharapkan menjadi inspirasi bagi pelatih lain di wilayah Indonesia Timur, yang selama ini kurang terwakili dalam program nasional. “Semakin banyak pelatih yang terlatih, semakin kuat basket Indonesia,” tuturnya.
Dengan lisensi A di tangannya, Imanudin bertekad menjadikan basket sebagai alat pembinaan karakter dan kesehatan bagi generasi mendatang, sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah. Kondisi ini menandai era baru bagi basket Banyuwangi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan