Media Kampung – 09 April 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andre Rosiade mengumumkan rencana rekonstruksi total GOR Haji Agus Salim di Surabaya. Proyek tersebut akan dibiayai dengan anggaran sebesar empat ratus miliar rupiah.
Pembangunan ulang gedung olahraga ini direncanakan selesai dalam jangka waktu satu tahun sejak dimulainya pekerjaan. Target penyelesaian cepat diharapkan dapat mengembalikan fungsi fasilitas bagi masyarakat dan atlet secara segera.
Rekonstruksi meliputi pembongkaran struktur lama, perbaikan pondasi, serta pembangunan arena dengan standar internasional. Desain baru akan mencakup tribun penonton yang lebih luas, ruang ganti modern, dan fasilitas kebugaran yang terintegrasi.
Anggaran Rp 400 miliar akan dikelola melalui APBN dengan pengawasan ketat dari Badan Pengawasan Keuangan dan Badan Pengawas Objek Pengadaan. Pemerintah menegaskan tidak ada ruang bagi praktik korupsi atau pemborosan dana.
Proyek ini juga dijadikan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur olahraga menjelang Asian Games 2026. Penyediaan arena yang memenuhi standar FIFA dan IAAF menjadi prioritas utama.
Pihak kontraktor yang terpilih akan melalui proses lelang terbuka dan harus memenuhi kriteria teknis serta pengalaman sebelumnya dalam pembangunan fasilitas serupa. Seleksi diharapkan selesai dalam dua bulan ke depan.
Masyarakat Surabaya dan sekitarnya diharapkan mendapat manfaat langsung dari renovasi, termasuk akses yang lebih baik, keamanan yang ditingkatkan, dan fasilitas pendukung seperti ruang medis serta area komersial. Hal ini diharapkan merangsang aktivitas ekonomi lokal.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menyediakan program pelatihan bagi pengelola GOR agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas setelah selesai. Program tersebut meliputi manajemen operasional, pemeliharaan, dan pemasaran acara.
Dalam konteks kebijakan pembangunan nasional, proyek rekonstruksi GOR Haji Agus Salim mencerminkan prioritas pemerintah untuk mengalokasikan sumber daya pada sektor olahraga. Langkah ini sejalan dengan visi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik.
Pengawasan independen akan dilakukan oleh Komisi I DPR serta lembaga audit eksternal untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik. Laporan perkembangan proyek akan dipublikasikan secara berkala.
Jika target satu tahun tercapai, GOR Haji Agus Salim akan kembali beroperasi sebagai pusat kegiatan olahraga modern, mendukung agenda prestasi atlet serta meningkatkan kualitas hidup warga. Pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan