Media Kampung – 09 April 2026 | Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 dimulai pada 7 April 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, China, menampilkan empat pasangan ganda campuran Indonesia pada pembukaan fase 32 besar.

Dari empat pasangan, dua harus mengakhiri perjuangan lebih awal, sementara dua lainnya melaju ke babak 16 besar.

Pasangan Ana Trias, yang terdiri dari Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, tersingkir setelah kalah 11-21, 19-21 dari juara bertahan dunia Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) pada Rabu (8/4/2026).

Laga tersebut memperlihatkan dominasi China sejak poin pertama, dengan skor 1-6 pada awal pertandingan dan selisih poin yang terus melebar.

Di sektor ganda campuran, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil kalah 16-21, 18-21 melawan wakil Taiwan Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, menutup peluang mereka di turnamen.

Baca juga:

Bobby Setiabudi dan Melati Daeva Oktavianti menghadapi pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, unggulan ketiga, dan kalah dua game langsung 9-21, 14-21.

Bobby mengakui performa belum memuaskan dan menyebut turnamen ini sebagai pengalaman belajar pertama di level kompetisi tinggi.

‘Masih banyak yang harus diperbaiki, terutama untuk saya sendiri,’ kata Bobby dalam wawancara singkat pasca pertandingan.

Melati menambahkan bahwa mereka telah mempelajari taktik lawan tetapi masih perlu meningkatkan konsistensi agar dapat bersaing lebih ketat.

‘Kami mencoba bermain semaksimal mungkin, namun masih banyak kekurangan yang harus ditambah,’ ujar Melati.

Pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhasil mengatasi Hong Kong Chan Yin Chak/Ng Tsz Yau dalam tiga game dengan skor 21-9, 15-21, 21-15, memastikan tempat di babak 16 besar.

Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah menumbangkan Jepang Akira Koga/Natsu Saito dalam duel tiga game 19-21, 21-16, 22-20, memperpanjang harapan Indonesia di sektor ini.

Baca juga:

Kemenangan Amri/Nita berlangsung setelah mereka bangkit dari defisit di game pertama, mengendalikan tempo, dan menutup pertandingan dengan selisih tipis.

Kedua pasangan yang lolos kini akan menghadapi unggulan pertama Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping pada babak 16 besar, mempertemukan mereka dengan tantangan paling berat.

Secara keseluruhan, hasil Indonesia menunjukkan kesenjangan antara pasangan muda dan tim papan atas dunia, terutama pada pertandingan melawan China dan Thailand.

Analisis pelatih tim menekankan pentingnya peningkatan kecepatan servis, koordinasi net, dan penanganan serangan cepat lawan untuk kompetisi tingkat Asia.

Turnamen ini juga menjadi ajang evaluasi bagi federasi bulu tangkis Indonesia dalam menyiapkan generasi berikutnya menjelang Olimpiade 2028.

Dengan dua pasangan masih bertahan, harapan tetap terbuka bagi Indonesia untuk mencatatkan prestasi di babak selanjutnya, meskipun tantangan semakin berat.

Turnamen BWF Super 1000 ini menarik 12 negara kuat Asia, dengan total lebih dari 200 atlet bersaing untuk poin ranking dunia.

Baca juga:

Penonton lokal melaporkan antusiasme tinggi, terutama pada pertandingan ganda campuran yang menampilkan gaya permainan cepat dan taktik kompleks.

Federasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) menegaskan bahwa evaluasi performa akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk latihan intensif dan penyesuaian taktik menjelang kompetisi internasional berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.