Media Kampung – 07 April 2026 | Udinese dan Como mengakhiri laga pekan ke-31 Serie A dengan hasil imbang 0-0 di Bluenergy Stadium, Senin 6 April 2026.
Kedua tim sama-sama gagal memecahkan kebuntuan, sehingga masing‑masing memperoleh satu poin.
Hasil tersebut menempatkan Como di peringkat keempat klasemen dengan 57 poin dari 31 pertandingan, tanpa perubahan posisi.
Sementara Udinese tetap berada di urutan sebelas dengan 39 poin, satu angka di bawah ambang masuk sepuluh besar.
Statistik menunjukkan Como mencatat sembilan tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang lawan.
Udinese justru lebih produktif dengan dua belas percobaan, lima di antaranya tepat sasaran.
Kiper Jean Butez menjadi tokoh kunci bagi Como, menyelamatkan gawangnya dari beberapa serangan berbahaya.
Di sisi lain, Maduka Okoye kembali ke lini pertahanan Udinese setelah pulih dari cedera paha.
Okoye menampilkan aksi refleks yang solid, termasuk penyelamatan penting pada menit ke‑10 dari tembakan Maximo Perrone.
Ia juga memotong umpan berbahaya dari Lucas Da Cunha dan menahan tendangan Nico Paz.
Kedua kiper tersebut menegaskan peran mereka dalam menjaga masing‑masing tim tetap clean sheet.
Cesc Fabregas, pelatih sekaligus mantan pemain Como, menyatakan ketidakpuasannya terhadap performa tim.
“Kami memiliki dua peluang bagus untuk mencetak gol, tetapi akurasi kami rendah,” ujar Fabregas singkat.
Ia menambah bahwa ketidakakuratan tersebut menjadi beban bagi tim pada laga yang menuntut hasil.
Fabregas juga menilai beberapa pemain Como berada di bawah standar yang diharapkan.
Penilaian tersebut mencerminkan keprihatinan teknisnya menjelang fase akhir musim.
Beralih ke Udinese, pelatih Kosta Runjaic menilai timnya cukup puas dengan hasil serba imbang.
Menurut Runjaic, pertahanan yang terorganisir dan kontribusi Okoye membantu menghentikan serangan balik Como.
Meskipun demikian, Runjaic mengakui kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas di lini serang.
Statistik pertandingan mencatat bahwa Nico Paz menjadi satu-satunya pemain Como yang menembak tepat ke gawang pada babak pertama.
Sementara Kosta Runjaic dan Fabregas masing‑masing melakukan pergantian taktik pada paruh kedua demi mencari celah.
Pergantian tersebut tidak menghasilkan gol, namun menghasilkan beberapa peluang sekunder seperti tembakan Sergi Roberto yang meleset tipis.
Udinese kini berada dua poin di bawah zona tengah klasemen, dengan rekor lima pertandingan tanpa kekalahan.
Como, di sisi lain, memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi delapan pertandingan di semua kompetisi.
Keberhasilan mempertahankan rekor tersebut menambah tekanan pada rival-rival terdekat, terutama Juventus.
Jika Como terus mengumpulkan poin, peluang mereka melaju ke fase Champions League semakin terbuka.
Sebaliknya, Udinese harus meningkatkan efektivitas serangan untuk kembali bersaing di papan atas.
Laga ini juga menandai akhir tren kemenangan Udinese yang sempat mengalir sejak awal musim.
Kedua tim kembali ke latihan minggu depan dengan fokus memperbaiki aspek akhir pertandingan.
Pertemuan selanjutnya Udinese akan menghadapi lawan yang berjuang naik klasemen, sementara Como menyiapkan laga melawan Juventus.
Dengan satu poin masing‑masing, hasil imbang ini menegaskan persaingan ketat di Serie A pada paruh kedua musim ini.
Kesimpulannya, kedua tim menunjukkan pertahanan yang kokoh namun harus menemukan cara mencetak gol lebih konsisten.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan