Media Kampung – 07 April 2026 | Cesc Fabregas, pelatih kepala Como 1907, menyatakan kekecewaan berat setelah timnya gagal mengamankan tiga poin melawan Udinese pada putaran ke-31 Serie A. Laga berakhir imbang 0-0 di Bluenergy Stadium, Senin 6 April 2026.
Pertandingan tersebut menandai penurunan intensitas yang tidak biasa bagi Como, yang biasanya menampilkan permainan agresif. Tim tamu hanya mencatat sembilan tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran.
Udinese justru lebih produktif dengan total dua belas percobaan, lima di antaranya mengarah ke gawang. Namun, kiper Jean Butez tampil solid dan menahan semua usaha lawan.
Salah satu peluang paling berbahaya bagi Como muncul dari kaki Nico Paz pada menit akhir babak pertama, tetapi tembakan itu berhasil digagalkan oleh kiper Udinese. Fabregas menilai kesempatan itu seharusnya dapat diubah menjadi gol.
“Kami memiliki dua peluang bagus untuk mencetak gol, tetapi tidak dapat memanfaatkannya,” ujar Fabregas dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan, “Ketidakakuratan pada hari seperti ini menjadi beban bagi tim.”
Statistik menunjukkan bahwa kontrol permainan Como berada di bawah standar, dengan kepemilikan bola yang terbatas dan transisi lambat. Hal ini memperparah kesulitan dalam menciptakan peluang berbahaya.
Fabregas menilai beberapa pemain tidak memenuhi ekspektasi taktiknya. “Beberapa pemain masih berada di bawah standar yang kami tetapkan, dan itu harus segera diperbaiki,” katanya.
Meskipun hasil imbang tidak mengubah posisi klasemen, Como tetap berada di peringkat keempat dengan 57 poin setelah 31 laga. Udinese, di sisi lain, tetap di posisi ke-11 dengan 39 poin.
Kegagalan meraih kemenangan melawan Udinese menambah tekanan pada Fabregas, yang sebelumnya diangkat sebagai pelatih mengingat pengalaman bermainnya di level tertinggi Eropa. Sebelumnya ia berkarier di Barcelona, Arsenal, Chelsea, dan tim nasional Spanyol.
Sebagai mantan gelandang kreatif, Fabregas mengharapkan timnya dapat meniru visi permainan yang ia miliki selama karier sebagai pemain. Namun, realita di lapangan Serie A menunjukkan adaptasi yang masih belum maksimal.
Para analis mencatat bahwa Como belum mampu menyeimbangkan serangan dan pertahanan secara konsisten. Penurunan intensitas pada laga melawan Udinese menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan mental tim.
Fabregas menegaskan bahwa fokus akan dialihkan ke pertemuan berikutnya, dengan menekankan pentingnya disiplin taktik. “Kami harus meningkatkan pressing dan ketepatan akhir,” pungkasnya.
Pelatih juga mengingatkan pemain bahwa setiap laga Serie A menuntut konsistensi, terutama menjelang sisa musim yang krusial. Tim harus mengumpulkan poin secara berkelanjutan untuk mempertahankan posisi di papan atas.
Selain masalah taktik, Fabregas menyoroti kebutuhan akan kepemimpinan di lini tengah. “Kami membutuhkan pemain yang dapat mengendalikan tempo permainan,” ujarnya.
Kedepannya, Como akan menghadapi lawan berikutnya yang juga berada di zona kompetitif, sehingga tidak ada ruang untuk kesalahan. Fabregas berharap tim dapat belajar dari kekurangan yang terlihat pada pertandingan Udinese.
Penggemar Como yang menyaksikan pertandingan secara langsung mengungkapkan kekecewaan serupa, menilai penampilan tim tidak sesuai harapan. Namun, mereka tetap optimis bahwa manajer baru dapat membalikkan keadaan.
Di sisi lain, Udinese mengapresiasi pertahanan solid Como, meskipun mereka gagal mencetak gol. Kedua pelatih mengakui bahwa pertandingan berakhir tanpa gol karena performa kiper yang impresif.
Fabregas menutup konferensi dengan menekankan bahwa evaluasi internal akan segera dilakukan. “Kami akan meninjau rekaman dan data statistik untuk memperbaiki aspek-aspek yang lemah,” jelasnya.
Sebagai tambahan, Fabregas menegaskan komitmen penuh pada klub dan menolak spekulasi tentang ketegangan dengan manajemen. Ia menegaskan hubungan baik dengan dewan direksi.
Secara keseluruhan, hasil imbang 0-0 ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Como dalam mempertahankan ritme menyerang yang konsisten. Tim harus meningkatkan efisiensi akhir untuk bersaing di papan atas Serie A.
Pada akhir pekan, pelatih mengajak seluruh staf untuk meningkatkan intensitas latihan dan memaksimalkan peluang pada pertandingan selanjutnya. Ia menekankan pentingnya mentalitas juara.
Dengan 57 poin, Como masih memiliki peluang untuk melaju ke zona liga champions, asalkan mampu mengatasi kekurangan yang terungkap. Fabregas yakin perubahan taktik dapat menghasilkan hasil positif.
Penutup, Fabregas menyatakan rasa terima kasih kepada pendukung yang setia meskipun tim belum memberikan hasil yang memuaskan. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung perjalanan tim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan