Media Kampung – 07 April 2026 | Guido Pini mengukir kemenangan pada ajang Moto3 Spanyol 2026 yang berlangsung di Circuit of The Americas, menorehkan hasil pertama dalam kariernya di kelas utama.

Pini berhasil menyalip Maximo Quiles dari Aspar Team di tikungan akhir dengan selisih hanya 0,056 detik, menciptakan finish yang sangat dekat.

Dalam kualifikasi, Pini menempati posisi kelima dan memulai balapan dari barisan tengah, sementara Veda Ega Pratama berada satu tempat di depannya.

Meskipun memulai satu setrip di belakang Veda, Pini menunjukkan start yang lebih baik dan segera mendekati pemimpin saat lap pertama.

Veda, pembalap yang dibimbing oleh mantan manajer Marc Márquez, mengalami kecelakaan pada lap keempat di tikungan sebelas dan terpaksa menghentikan balapan lebih dini.

Kecelakaan tersebut menambah beban pikiran bagi Veda dan para muridnya yang kini harus menghadapi tekanan performa di kejuaraan.

Rival lain, Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) dan Alvaro Perrone (KTM Tech3), sempat berada di posisi terdepan namun kehilangan momentum pada lap-lap kritis.

Pini memanfaatkan kesalahan mereka untuk memperkuat posisi, lalu melaju ke garis finish dengan kecepatan konsisten.

“Saya fokus pada tiap lintasan dan menunggu peluang,” ujar Pini setelah menjuarai balapan.

Veda mengakui kekecewaannya, “Saya harus belajar dari jatuh ini dan kembali lebih kuat,” kata ia dalam konferensi pers.

Tim Leopard Racing memuji strategi tim dan performa mesin, menegaskan bahwa kemenangan ini hasil kerja keras seluruh staf.

Dengan hasil ini, Pini naik ke puncak klasemen sementara, sementara Veda tetap berada di posisi menengah dengan poin yang belum cukup untuk mengimbangi selisih.

Kemenangan Pini menambah selisih 38 poin dibandingkan Veda, menjadikannya pemimpin yang jelas menjelang beberapa balapan berikutnya.

Selisih poin tersebut memberi Pini keunggulan strategis, namun kompetisi Moto3 tetap ketat dengan banyak pembalap muda yang berpotensi meraih podium.

Murid-murid Veda, yang telah dilatih dengan metode mantan manajer Márquez, menyatakan keinginan kuat untuk membuktikan diri di sirkuit berikutnya.

Jadwal selanjutnya menampilkan seri di Valencia dan Jerez, di mana tekanan akan semakin terasa bagi semua peserta.

Para pembalap mengakui pentingnya konsistensi dan kesiapan mental untuk menghadapi tantangan kejuaraan yang semakin kompetitif.

Dengan performa Pini yang kini mendominasi dan Veda yang bertekad bangkit kembali, persaingan di Moto3 Spanyol 2026 diprediksi akan semakin sengit menjelang akhir musim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.