Media Kampung – 06 April 2026 | Manajer utama KTM, Stefan Pierer, menegaskan dukungan penuh kepada pembalap asal Italia, Enea Bastianini, setelah ia dituduh menghalangi Marc Marquez pada balapan MotoGP Amerika 2026.

Insiden terjadi pada lap ke-12, saat Marquez berusaha melewati tikungan akhir dan Bastianini terlihat menahan jalur, memicu perdebatan tentang apakah tindakan itu bersifat taktis atau melanggar regulasi.

Pierer menyatakan bahwa keputusan penalti yang dijatuhkan kepada Bastianini terlalu keras dan tidak mencerminkan intensi sebenarnya di lintasan.

Ia menambahkan, “Kami percaya Bastianini bertindak dalam batas kompetisi yang wajar, bukan upaya menghalangi lawan secara sengaja.”

Reaksi media dan penggemar terbagi; sebagian menilai Bastianini melakukan pelanggaran, sementara lainnya menuduh Marquez berusaha memanfaatkan insiden untuk mengalihkan fokus.

Steward MotoGP mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka meninjau video berulang kali dan memutuskan memberikan penalti tiga detik kepada Bastianini.

Kasus ini mengingatkan pada dinamika serupa yang melibatkan Alessandro Bastoni, bek tim Inter Milan, yang menerima kecaman publik setelah kartu merah dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Bastoni melakukan tekel keras pada Amar Memic, menerima kartu merah langsung, dan Italia kemudian kalah dalam adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina.

Setelah insiden itu, warganet Italia dan internasional menuding Bastoni sebagai faktor utama kegagalan Timnas Italia melaju ke Piala Dunia.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, membela Bastoni dengan menyatakan bahwa tekel tersebut merupakan upaya terakhir untuk melindungi gawang dan bukan tindakan disengaja yang merugikan.

Kejadian serupa menyoroti betapa cepatnya opini publik dapat terbentuk dan mempengaruhi karier atlet, baik di sepak bola maupun balap motor.

KTM menegaskan komitmennya untuk melindungi hak pembalapnya dan menuntut transparansi dalam proses penilaian stewards.

Dengan satu balapan tersisa dalam musim, Bastianini tetap fokus pada perolehan poin dan memperbaiki posisi di klasemen pembalap.

Jika penalti tetap berlaku, Bastianini berisiko kehilangan peluang podium di Texas, yang dapat mempengaruhi peluang Ducati dan Yamaha dalam perebutan gelar.

Bastianini mengakui bahwa insiden tersebut menimbulkan kekecewaan, namun ia menegaskan tekad untuk kembali bersaing dengan performa terbaiknya.

Marquez, dalam wawancara pasca balapan, menyatakan bahwa ia menghormati keputusan stewards meskipun merasa ada ruang untuk peninjauan kembali.

Kasus ini menutup musim dengan pertanyaan tentang konsistensi regulasi dan peran tim dalam membela pembalap mereka dari tuduhan yang belum teruji.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.