Media Kampung – 05 April 2026 | Ragunan Zoo di Jakarta Selatan akan menambah jam operasional hingga malam untuk jalur jogging, langkah yang diharapkan meningkatkan penggunaan ruang publik.
Keputusan ini diambil setelah pengamatan intensif menunjukkan lonjakan minat masyarakat terhadap olahraga luar ruangan di kawasan tersebut.
Kepala Humas Ragunan, Wahyudi Bambang, menyatakan bahwa area malam hanya akan diperuntukkan bagi pelari, bukan untuk melihat satwa.
“Kami membuka ragunan khusus untuk jogging, tidak untuk observasi satwa pada hari biasa,” ujarnya pada Sabtu, 4 April 2026.
Fasilitas jalur jogging yang dibangun sejak 2022 telah mencatat pertumbuhan pengguna yang signifikan tiap pagi.
Pada pukul 06.00 WIB, jalur tersebut biasanya dipadati warga yang ingin memulai hari dengan aktivitas fisik.
Data internal mengindikasikan bahwa kepadatan pelari meningkat sekitar 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan menambah jam operasional hingga malam, pengelola berharap dapat menyebar kepadatan itu sepanjang hari.
Pengunjung malam diperkirakan akan menikmati suhu yang lebih sejuk serta cahaya lampu yang telah dipasang di sepanjang lintasan.
Penambahan pencahayaan dirancang untuk menjaga keamanan serta kenyamanan pelari, sesuai standar kebijakan keamanan publik.
Kebijakan ini juga diharapkan menstimulasi ekonomi mikro di sekitar taman, termasuk warung makanan, kios minuman, dan penyedia perlengkapan olahraga.
Pedagang kaki lima melaporkan peningkatan penjualan pada hari-hari latihan pagi, dan mereka menantikan arus pengunjung yang lebih lama.
Analisis awal memperkirakan tambahan pendapatan harian bagi UMKM sekitar Ragunan dapat mencapai 15% setelah pembukaan malam.
Pihak pengelola berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI untuk memastikan izin operasional dan kebersihan tetap terjaga.
“Kami menunggu konfirmasi resmi lewat media sosial Ragunan, namun persiapan sudah berjalan,” tambah Bambang.
Ragunan tetap akan melaksanakan program “Night at Ragunan Zoo” pada akhir pekan untuk pengunjung yang ingin melihat satwa malam.
Program tersebut tidak akan berbenturan dengan jam jogging malam, karena akses satwa dibatasi pada area tertentu.
Keputusan membuka ragunan tiap hari kecuali Jumat mencerminkan upaya menyeimbangkan kebutuhan rekreasi dan konservasi.
Lingkungan ragunan yang asri, dengan pepohonan rindang dan udara bersih, menjadi nilai tambah dibandingkan ruang olahraga lain di Jakarta.
Ahli kebugaran menyatakan bahwa lingkungan hijau dapat meningkatkan kualitas latihan dan mengurangi stres.
Selain manfaat kesehatan, peningkatan aktivitas olahraga di ruang publik dapat menurunkan beban layanan kesehatan jangka panjang.
Pemerintah DKI mengaitkan inisiatif ini dengan program kota sehat yang bertujuan meningkatkan tingkat partisipasi olahraga warga.
Pada bulan April, kota lain seperti Semarang juga menggelar serangkaian event olahraga untuk mendongkrak ekonomi lokal.
Contoh tersebut memperkuat tren nasional bahwa fasilitas olahraga publik dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan ragunan yang kini buka malam, harapan utama adalah menciptakan ekosistem yang mengintegrasikan kebugaran, konservasi, dan kesejahteraan ekonomi.
Jika implementasi berjalan lancar, model serupa dapat dipertimbangkan untuk taman kota lain di Indonesia.
Pada akhirnya, kebijakan ini menandai langkah konkret dalam memanfaatkan aset publik untuk kepentingan sosial dan ekonomi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan