Media Kampung – 05 April 2026 | Real Madrid mengalami kekalahan 2-1 atas RCD Mallorca di Son Moix pada pekan ke-30 LaLiga 2025-26.

Gol pertama dicetak oleh Manu Morlanes pada menit ke-41, sementara Edér Militão menyamakan kedudukan pada menit ke-88.

Kedua menit tambahan Vedat Muriqi memanfaatkan peluang dan menambah satu gol penentu kemenangan bagi Mallorca.

Brahim Díaz memulai pertandingan sebagai penyerang bersama Kylian Mbappé, menggantikan Vinícius Jr. yang duduk di bangku cadangan.

Meskipun diberikan 70 menit bermain, Díaz tidak mampu menciptakan peluang signifikan melawan pertahanan Mallorca.

Analisis statistik menunjukkan Díaz hanya mencatat tiga tembakan ke arah gawang dan satu assist selama 13 bulan terakhir, menurut data yang dipublikasikan oleh komentator Pedro Martín.

Angka tersebut menyoroti penurunan produktivitasnya dibandingkan musim sebelumnya, ketika ia mencetak delapan gol untuk Real Madrid.

Kritik tersebut diperkuat oleh pernyataan pelatih Thiago Pitarch yang menuduh “kasus Brahim” berulang, mengingat performa yang tidak konsisten.

Pitarch, yang kini melatih tim nasional Maroko, menegaskan bahwa tekanan pada pemain muda harus diimbangi dengan kesempatan bermain yang jelas.

Dalam konferensi pers, Pitarch menambahkan bahwa kegagalan Díaz mencerminkan kurangnya adaptasi taktik di level tinggi.

Sementara itu, Mbappé kembali menjadi starter setelah cedera, namun kerjasama antara keduanya tidak terbangun dengan baik.

Observasi taktik menunjukkan bahwa pergerakan Díaz terlalu terisolasi, mengandalkan umpan silang yang jarang tepat sasaran.

Real Madrid berusaha mengganti taktik dengan memasukkan Vinícius Jr. dan Jude Bellingham pada menit ke-59, namun perubahan tidak mengubah hasil akhir.

Pelatih arbeloa, Alejandro Arbeloa, memilih tidak melakukan substitusi defensif tambahan, mempercayakan pertahanan pada Antonio Rüdiger dan Leo Román.

Kegagalan Real Madrid menempatkan mereka di posisi kedua klasemen dengan 69 poin, selisih tiga poin dari pemuncak papan.

Di sisi lain, Mallorca naik ke 31 poin dan mengamankan tempat sementara di zona aman klasemen.

Kejadian ini menambah tekanan pada manajemen Real Madrid untuk mengevaluasi peran Díaz dalam rencana jangka panjang klub.

Jika performa tidak meningkat, kemungkinan Díaz akan dipertimbangkan untuk dipinjamkan ke klub lain guna mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Secara keseluruhan, pertandingan tersebut menegaskan bahwa kualitas individu saja tidak cukup tanpa sinergi tim dan kejelasan taktik.

Kedepannya, Real Madrid harus menyeimbangkan ekspektasi terhadap bintang muda dengan kebutuhan akan hasil kompetitif di Liga Champions dan LaLiga.

Statistik terbaru dari Liga menunjukkan rata-rata kontribusi gol dan assist Díaz turun menjadi 0,18 per pertandingan, jauh di bawah rata-rata pemain sayap di liga.

Pengamat sepak bola menilai bahwa peran Díaz perlu disesuaikan, baik dengan penempatan lebih dalam atau penekanan pada serangan balik.

Di luar lapangan, popularitas Díaz tetap tinggi di media sosial, dengan ribuan komentar yang menuntut peningkatan performa.

Namun, manajer klub menegaskan bahwa dukungan mental bagi pemain muda tetap menjadi prioritas utama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.