Media Kampung – 04 April 2026 | Royal Antwerp resmi menyingkirkan penyerang asal Suriname, Gyrano Kerk, dari daftar pemain untuk pertandingan mendatang. Keputusan diambil setelah klub menyimpulkan status paspornya tidak jelas.

Pihak manajemen menegaskan tindakan itu bersifat pencegahan hingga semua dokumen dapat dipastikan sah. “Kami tidak ingin mengambil risiko sebelum situasinya terjelaskan,” ujar juru bicara klub.

Kerk, yang sebelumnya bermain untuk FC Utrecht, diperkirakan telah kehilangan paspor Belanda setelah memperoleh kewarganegaraan Suriname. Tanpa paspor Belanda, ia memerlukan izin kerja untuk dapat bertanding di Belgia.

Musim ini, Kerk mencatat 22 penampilan, mencetak enam gol, dan memberikan lima assist untuk Antwerp. Kontribusinya menjadi penting dalam perjuangan klub di fase play‑off Eropa.

Kasus ini muncul bersamaan dengan skandal “passportgate” yang melibatkan pemain lain, Dean James, bek kiri Go Ahead Eagles. James tak memiliki izin kerja setelah mengubah kewarganegaraan menjadi Indonesia, sehingga tidak memenuhi syarat bermain.

Setelah insiden tersebut, KNVB mengeluarkan peringatan kepada semua klub Belanda untuk menurunkan hanya pemain yang jelas kelayakannya. Beberapa klub dilaporkan akan mengurangi sejumlah pemain pada akhir pekan.

Royal Antwerp kini menahan Kerk di bangku cadangan menjelang laga melawan KRC Genk. Kekosongan posisi penyerang menambah tantangan persiapan tim menjelang putaran penting kompetisi.

“Situasinya masih belum pasti dan kami tidak ingin menimbulkan komplikasi administratif,” tambah juru bicara klub dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa klub sedang melakukan penyelidikan menyeluruh.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran bagi pemain lain berketurunan non‑EU, termasuk Joey Pelupessy yang bermain di Lommel SK. Meskipun belum ada laporan resmi, situasi di Antwerp menjadi contoh risiko serupa.

Menurut peraturan Belanda, seseorang secara otomatis kehilangan kewarganegaraan asal bila secara sukarela mengambil paspor lain. Hal ini berdampak pada hak tinggal dan izin kerja di liga Eropa.

Jika Kerk tidak dapat memperoleh izin kerja, ia berpotensi kehilangan tempat di skuad sekaligus mengurangi opsi transfer klub. Klub masih menunggu klarifikasi dari otoritas imigrasi Belgia.

Dengan investigasi yang masih berjalan, Royal Antwerp memilih menunggu keputusan akhir sebelum mengumumkan langkah selanjutnya. Keputusan ini menegaskan pentingnya kepatuhan administratif dalam kompetisi sepak bola internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.