Media Kampung – 04 April 2026 | Timnas Italia tidak berhasil melaju ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina dalam laga final playoff yang berakhir dengan adu penalti 4-1. Kekalahan ini menandai kegagalan ketiga beruntun Azzurri menembus turnamen terbesar sepak bola dunia.

Pertandingan yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, berakhir imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu, namun Italia bermain dengan sepuluh pemain dan akhirnya tersingkir lewat tendangan penalti. Hasil tersebut menambah catatan pahit Italia yang juga absen pada edisi 2018 dan 2022.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, mengumumkan pengunduran dirinya dalam rapat yang diadakan di markas FIGC, Roma, menyatakan tanggung jawab penuh atas kegagalan tim nasional. Pengunduran diri Gravina dijadwalkan digantikan melalui pemilihan presiden baru pada 22 Juni nanti.

Gianluigi Buffon, mantan kiper legendaris dan ketua delegasi timnas, mengundurkan diri hanya beberapa menit setelah pertandingan berakhir. Ia menuliskan pesan emosional di Instagram, mengungkapkan rasa sakit hati dan keinginan memberi ruang bagi pengganti yang tepat.

Dalam unggahannya, Buffon menekankan bahwa tugasnya selama satu tahun lebih adalah menjembatani pemain muda ke tim senior, namun kegagalan mencapai target membuatnya memutuskan mundur. Ia juga menyampaikan harapan agar penerusnya dapat mengembalikan semangat dan konsistensi Azzurri.

Gennaro Gattuso, pelatih kepala yang ditunjuk pada Juni 2025, mengumumkan pengunduran diri secara resmi melalui pernyataan resmi FIGC. Gattuso menyatakan bahwa tidak tercapainya tujuan menjadi alasan utama pengunduran dirinya dan ia mengucapkan terima kasih kepada federasi serta suporter.

Gattuso menambahkan bahwa keputusan ini diambil demi memberi kesempatan kepada pihak federasi untuk melakukan evaluasi teknis dan mencari arah baru bagi tim nasional. Ia menegaskan rasa hormatnya kepada pemain, staf, dan seluruh pendukung sepak bola Italia.

Kegagalan berulang ini kontras dengan sejarah gemilang Italia yang pernah meraih empat gelar juara dunia. Setelah dominasi era 1930‑2006, tim Azzurri kini berada dalam krisis identitas dan performa.

Para pengamat menyoroti lima faktor utama yang menyebabkan penurunan: krisis regenerasi pemain muda, minimnya talenta kelas dunia, menurunnya mental bertanding, taktik yang kurang adaptif, serta ketergantungan pada pemain veteran yang sudah menua.

Selain itu, tekanan mental dalam pertandingan krusial tampak berkurang, terlihat dari inkonsistensi hasil pada fase kualifikasi dan playoff. Kekurangan pemain penentu membuat Italia kesulitan mengendalikan pertandingan penting.

Spekulasi mengenai pengganti Gattuso kini melibatkan nama-nama besar seperti Antonio Conte, Massimiliano Allegri, dan mantan pelatih Euro 2020 Roberto Mancini. FIGC dikabarkan telah membuka proses seleksi dengan mempertimbangkan pengalaman internasional dan kemampuan membangun tim muda.

Dengan kepemimpinan baru di FIGC dan potensi pelatih baru, harapan utama Italia adalah memulihkan generasi pemain muda, memperbaiki mental juang, serta kembali bersaing di panggung dunia. Upaya rekonstruksi ini diharapkan mengakhiri deret kegagalan dan mengembalikan kejayaan Azzurri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.