Media Kampung – 03 April 2026 | John Herdman memulai debutnya bersama Timnas Indonesia di fase FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts and Nevis serta Bulgaria. Dua pertandingan tersebut menghasilkan satu kemenangan dan satu kekalahan.

Meski hasil belum memuaskan, pemain menilai performa tim relatif stabil dalam adaptasi taktik baru. Herdman menekankan pentingnya kebersamaan dalam waktu persiapan yang terbatas.

Di tengah sorotan, tiga pemain veteran mengalami gelombang kritik sejak era tiga kepelatihan terakhir. Mereka adalah Dony Tri Pamungkas, Rizky Ridho, dan Evan Dimas.

Dony Tri Pamungkas, yang dulu menjadi andalan menyerang, kini sering dipertanyakan kontribusinya setelah penampilan kurang tajam di laga persahabatan. Kritik publik menyoroti penurunan produktivitasnya.

Rizky Ridho, bek sayap yang pernah menorehkan penampilan konsisten, mendapat sorotan karena kesalahan defensif pada laga melawan Bulgaria. Pendukung menilai ia belum sepenuhnya menyesuaikan peran baru.

Evan Dimas, gelandang serba bisa, juga masuk dalam daftar pemain yang dipertanyakan karena peran yang tidak jelas di lini tengah. Pengamat menilai ia kurang memaksimalkan kreativitas.

Sementara tiga pemain tersebut berada di bawah tekanan, Sananta Mirza muncul sebagai pilihan utama Herdman di lini depan. Penampilan impresifnya di Liga 1 menarik perhatian sang pelatih.

Sananta mencetak gol krusial melawan Saint Kitts and Nevis, memperlihatkan kecepatan dan penyelesaian akhir yang tajam. Herdman menyebutnya “bintang muda yang dapat diandalkan”.

Dalam sesi latihan, Dony Tri Pamungkas mengaku menerima nasihat berkelas dari seniornya, Rizky Ridho. Kedua pemain menekankan pentingnya kerja keras dan disiplin.

“Saya belajar dari pengalaman Rizky, dia selalu memberi contoh di luar lapangan,” ujar Dony dalam wawancara singkat. Pernyataan itu mencerminkan semangat kebersamaan tim.

Jordi Amat, pemain Persija yang kini dipindah posisi menjadi gelandang, memberi testimoni positif tentang metode Herdman. Ia menilai perubahan taktik memaksa pemain beradaptasi cepat.

“Bermain sebagai gelandang menantang, namun saya belajar hal baru setiap hari,” kata Amat. Pendapatnya menegaskan fleksibilitas yang diharapkan pelatih.

Herdman menegaskan bahwa proses pembentukan tim masih awal dan kegagalan seperti kebobolan lewat penalti tidak mengubah arah strategi. Ia menekankan evaluasi berkelanjutan.

Pada laga melawan Bulgaria, Indonesia hanya kebobolan satu gol lewat tendangan penalti, sementara permainan tim tetap kompetitif. Kekalahan dianggap bagian dari proses belajar.

Kritik publik terhadap tiga pemain veteran menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan seleksi Herdman. Pelatih menegaskan keputusan berbasis performa dan potensi taktis.

Sananta, yang kini menjadi andalan, menunjukkan statistik mencetak gol dan assist yang meningkat selama fase persahabatan. Statistik tersebut memperkuat posisinya di skuad utama.

Pengamat sepak bola menilai bahwa regenerasi pemain muda seperti Sananta penting untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan veteran. Mereka mengharapkan transisi yang mulus.

Di luar lapangan, atmosfer tim terjaga dengan kegiatan kebugaran dan pertemuan antar lini. Herdman menganggap iklim kerja yang positif sebagai faktor kunci.

Menjelang kompetisi resmi AFC Asian Cup 2027, tim nasional berfokus pada penyempurnaan taktik serta penyesuaian peran pemain. Harapannya, performa akan stabil dan lebih kompetitif.

Kesimpulannya, tiga pemain veteran masih harus membuktikan diri di bawah sorotan, sementara Sananta menjadi harapan utama Herdman. Timnas Indonesia terus berusaha meningkatkan konsistensi di panggung internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.