Media Kampung – 03 April 2026 | KONI Kabupaten Banyuwangi mengadakan rapat koordinasi teknis pada Kamis, 2 April 2026, untuk membahas mekanisme pengajuan dana hibah tahun anggaran 2027. Pertemuan tersebut dihadiri oleh ketua pengurus cabang olahraga (cabor) serta perwakilan masing‑masing cabor.

Ketua KONI Banyuwangi, Ahmad Khairullah, menegaskan bahwa sistem pengajuan hibah akan berubah secara nasional mulai tahun anggaran depan. Sistem baru menuntut semua cabor mengirimkan proposal melalui platform resmi yang telah ditetapkan.

Setelah semua proposal terkumpul, KONI akan mengolah data dan menyusunnya dalam satu berkas laporan terpusat. Laporan ini kemudian akan diserahkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk proses verifikasi selanjutnya.

Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi turut memberikan penjelasan teknis kepada peserta rapat. Dispora menekankan pentingnya kepatuhan jadwal dan format pengajuan agar tidak terjadi penolakan.

Dalam rapat, juga dibahas variasi tingkat ketepatan waktu antar cabor di banyuwangi. Beberapa cabang menunjukkan kesiapan tinggi, sementara yang lain masih mengalami keterlambatan.

Khairullah menegaskan, “Jika ada cabor yang terlambat mengirimkan proposal, maka proposal tersebut akan ditinggalkan dan tidak memiliki dasar untuk mendapatkan anggaran.” Pernyataan tersebut disambut serius oleh seluruh peserta.

Rapat koordinasi juga menyentuh rencana pelaksanaan Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Banyuwangi. Rakerkab dijadwalkan berlangsung pertengahan April 2026 sebagai indikator keberlangsungan organisasi.

Lokasi Rakerkab belum ditetapkan secara final dan akan diumumkan kemudian. Penyesuaian jadwal tetap memungkinkan mengingat dinamika operasional daerah.

Setelah Rakerkab, agenda selanjutnya meliputi presentasi dan verifikasi proposal oleh masing‑masing pengurus cabang. Proses ini menjadi dasar penentuan besaran alokasi dana pembinaan selama satu tahun.

Khairullah menambahkan, “Kami menggunakan sistem ini karena terbukti efisien dan tidak memberi ruang bagi penyimpangan.” Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan transparansi penggunaan dana publik.

Peserta rapat diingatkan untuk mematuhi prosedur pengajuan proposal secara tepat waktu. Kegagalan mengirimkan proposal dianggap sebagai alasan sah penolakan alokasi dana.

Dispora menekankan peran penting koordinasi antar lembaga dalam mendukung program olahraga daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat capaian target prestasi atlet Banyuwangi.

Pengurus cabor diminta menyiapkan dokumen pendukung lengkap, termasuk rencana program, anggaran, dan target pencapaian. Dokumen harus sesuai format yang telah ditetapkan dalam sistem digital.

Selain aspek administratif, rapat juga membahas standar kualitas program pelatihan dan kompetisi. Setiap cabor diharapkan menyusun program yang selaras dengan kebijakan nasional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga menegaskan pentingnya akuntabilitas penggunaan dana hibah. Pengawasan akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat cabang hingga pusat.

Rapat koordinasi ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang diselenggarakan di kantor Bappeda Banyuwangi. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian upaya persiapan alokasi dana 2027.

Seluruh pihak sepakat untuk melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program hibah. Evaluasi akan mencakup aspek keuangan, operasional, dan hasil kinerja atlet.

Pengajuan proposal yang telah disetujui akan diumumkan secara resmi melalui portal resmi KONI. Informasi tersebut akan diakses publik untuk meningkatkan keterbukaan.

KONI Banyuwangi menegaskan komitmen untuk mendukung pengembangan olahraga berbasis daerah. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas atlet dan infrastruktur.

Pengurus cabor diminta menyampaikan progres pelaksanaan program secara periodik kepada Dispora. Laporan bulanan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyesuaian alokasi dana.

Rapat menutup dengan himbauan agar semua pihak menjaga integritas proses hibah. Khairullah menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan dana.

Dengan mekanisme baru, diharapkan proses pengajuan hibah menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program olahraga di Banyuwangi.

Pengumuman resmi mengenai jadwal Rakerkab dan tata cara pengajuan proposal akan disebarluaskan dalam waktu dekat. Semua cabor diminta siap mengikuti arahan tersebut.

Rapat koordinasi teknis ini menandai langkah strategis KONI Banyuwangi dalam mempersiapkan anggaran olahraga 2027. Keberhasilan pelaksanaannya akan sangat dipengaruhi oleh kerjasama semua pemangku kepentingan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.