Media Kampung – 02 April 2026 | Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) mengamankan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Jamaika dengan skor 1‑0 pada final playoff interkonfederasi yang digelar di Stadion Estadio Jalisco, Guadalajara, Meksiko. Kemenangan tersebut menandai masuknya tim Leopards ke turnamen terbesar sepak bola dunia untuk pertama kalinya sejak negara mengubah namanya pada tahun 1997.

Gol penentu datang pada menit ke‑100 lewat aksi Axel Tuanzebe, yang memanfaatkan kekacauan di dalam kotak penalti setelah tendangan sudut tim lawan. Skor 1‑0 bertahan hingga peluit akhir, memastikan RD Kongo menjadi tim ke‑24 dari Afrika yang lolos.

Sebelumnya, negara ini pernah tampil di Piala Dunia 1974 dengan nama Zaire, namun tidak pernah kembali selama lebih dari lima dekade. Kualifikasi 2026 menjadi pencapaian historis karena tim berhasil melakukannya dengan identitas negara saat ini.

Salah satu pendukung yang hadir di stadion mengungkapkan, “Kami sangat bangga, kemenangan ini memberi harapan bagi seluruh rakyat Kongo di tengah penderitaan.” Emosi serupa dirasakan oleh warga Kinshasa yang menyaksikan siaran langsung di alun‑alun kota.

Pemerintah Republik Demokratik Kongo menetapkan hari Rabu, 1 April 2026, sebagai hari libur nasional untuk memperingati keberhasilan tersebut. Keputusan itu diumumkan pada pukul 08.00 waktu setempat, meski banyak pekerja mengkritik pemberitahuan yang dianggap mendadak.

Bank, toko, dan kantor pemerintahan di ibu kota Kinshasa menutup operasional sepanjang hari, sementara beberapa sektor, terutama layanan publik, tetap beroperasi demi kebutuhan mendesak. Meskipun demikian, suasana perayaan tetap menguasai jalan‑jalan utama dengan pawai, musik, dan bendera merah‑kuning.

Kemenangan ini terjadi di tengah konflik bersenjata yang telah melanda Kongo selama puluhan tahun, termasuk pemberontakan M23 yang menguasai sebagian wilayah timur sejak awal 2025. Masyarakat menilai prestasi sepak bola sebagai simbol persatuan yang dapat melampaui perbedaan politik dan etnis.

Negara tetangga Rwanda, yang sebelumnya terlibat dalam ketegangan dengan Kongo, mengirimkan ucapan selamat melalui kedutaan besarnya, menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan dialog. Beberapa federasi Afrika lainnya, termasuk Kamerun dan Ghana, juga menyambut baik pencapaian Kongo, menyebutnya inspirasi bagi tim‑tim wilayah.

Sementara RD Kongo mengisi slot terakhir dari Afrika, Irak menutup daftar 48 tim dengan mengalahkan Bolivia 2‑1, dan Bosnia‑Herzegovina lolos setelah menumbangkan Italia lewat adu penalti. Daftar lengkap mencakup 48 negara dari enam konfederasi, dengan Amerika Utara, Eropa, Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Oceania masing‑masing berkontribusi.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang memperluas peserta menjadi 48 tim, meningkatkan jumlah pertandingan dan peluang bagi negara‑negara berkembang. Tiga tuan rumah – Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko – otomatis mengamankan tempat, sementara sisanya diperebutkan melalui fase kualifikasi regional dan playoff interkonfederasi.

Tim nasional RD Kongo kini memulai fase persiapan intensif, termasuk program kebugaran, latihan taktik, dan penjadwalan laga persahabatan melawan tim‑tim Afrika lain. Pelatih menekankan pentingnya konsistensi defensif dan pemanfaatan kecepatan sayap untuk bersaing melawan lawan‑lawan tradisional di grup fase akhir.

Kualifikasi ini menandai babak baru bagi sepak bola Kongo, menghubungkan sejarah lama Zaire dengan aspirasi generasi muda yang kini melihat negara mereka di panggung dunia. Dengan dukungan publik yang meluas, RD Kongo berharap dapat menorehkan prestasi lebih dari sekadar partisipasi di Piala Dunia 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.