Media Kampung – 02 April 2026 | Barcelona tetap menargetkan bek kiri Inter Milan, Alessandro Bastoni, meski pemain itu menjadi sorotan setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Italia tersingkir setelah kalah adu penalti 1-4 melawan Bosnia dan Herzegovina pada babak play‑off, di mana Bastoni mendapat kartu merah pada menit ke‑41.
Kartu merah itu menurunkan jumlah pemain Italia menjadi sepuluh, dan Bosnia menyamakan skor sebelum pertandingan berlanjut ke penalti.
Meskipun insiden tersebut menimbulkan kritik, Barcelona tidak mengubah kebijakan transfernya dan tetap menilai kualitas Bastoni tinggi.
Direktur Olahraga Barcelona, Deco, dilaporkan telah mengunjungi Milan untuk bertemu perwakilan Inter dan menilai kondisi kontrak pemain.
Inter mengajukan nilai transfer sekitar 80 juta euro, setara Rp 1,3‑1,5 triliun, yang menurut pakar transfer Fabrizio Romano masih dianggap di bawah harapan klub Milan.
Romano menyatakan, “Bagi Barcelona, tidak ada keraguan tentang kualitas Bastoni; mereka sudah mulai berbicara soal gaji dan kontrak.”
Namun, ia menambahkan bahwa Inter belum memberikan penawaran resmi dan angka 50 juta euro dianggap tidak cukup.
Barcelona tengah berjuang menyeimbangkan buku keuangan setelah krisis fiskal yang dipicu oleh regulasi Financial Fair Play dan penurunan pendapatan pasca‑pandemi.
Klub berharap mengamankan Bastoni sebagai bek tengah kaki kiri yang dapat membantu mengalirkan bola dari belakang, sekaligus menambah kekuatan dalam duel udara.
Bastoni, yang berusia 27 tahun pada April 2026, masih berada di puncak performa, mencatat 80 penampilan reguler bersama Inter dalam dua musim terakhir.
Statistik menunjukkan rata‑rata intersepsi per pertandingan Bastoni mencapai 2,1, sementara tingkat keberhasilan umpan panjangnya mencapai 78 persen.
Pemain asal Italia tersebut juga dikenal memiliki disiplin taktis yang kuat, kualitas yang sesuai dengan filosofi permainan Barcelona di bawah pelatih Hansi Flick.
Flick mengungkapkan keinginannya menambah bek kiri yang nyaman mengoper bola, tanpa menyebut nama secara resmi, namun laporan media menilai Bastoni sebagai kandidat utama.
Jika kesepakatan tercapai, Barcelona harus menyesuaikan gaji pemain dengan batas gaji yang ditetapkan liga Spanyol, sekaligus menyiapkan pengganti di lini belakang.
Sementara Italia harus mengevaluasi kembali skuad nasionalnya setelah kegagalan pertama sejak 2010, Bastoni tetap menjadi aset berharga bagi klubnya dan pasar transfer.
Dengan negosiasi yang masih dalam tahap awal, keputusan akhir akan bergantung pada kesepakatan harga antara Inter dan Barcelona serta persetujuan regulasi keuangan.
Pada akhirnya, kegagalan Italia tidak menghalangi ambisi Barcelona untuk memperkuat lini pertahanan, dan Bastoni tetap berada di daftar target utama klub Catalan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan