Media Kampung – 02 April 2026 | KONI Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi atas terselenggaranya Turnamen Tenis Meja Piala Staf Khusus Kementerian Desa (Kemendes) Tahun 2026. Acara ini dianggap sebagai langkah penting dalam upaya pembinaan atlet muda di wilayah tersebut.

Turnamen dilaksanakan di GOR Desa Ringinrejo, Kecamatan Sooko, dan sekaligus memperjuangkan Piala Staf Khusus Kemendes serta Piala Kepala Desa Ringinrejo. Penyediaan dua trofi menambah nilai kompetisi bagi peserta.

Penyelenggaraan diinisiasi oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Cabang Kabupaten Mojokerto dengan target usia 13 dan 15 tahun. Sebanyak 120 atlet muda dari berbagai kabupaten di Jawa Timur berpartisipasi.

Peserta berasal dari Bangkalan, Tuban, Surabaya, Kediri, Lamongan, Jember, Tulungagung, Madiun, Nganjuk, dan Jombang. Keragaman daerah asal menunjukkan jangkauan luas program pembinaan olahraga daerah.

Munawar Tobing, ketua cabang PTMSI Mojokerto, menjelaskan turnamen berfungsi sebagai pembibitan atlet sekaligus persiapan menuju Porprov X di Surabaya 2027. Ia menekankan pentingnya kompetisi ini untuk mengasah kemampuan teknis dan mental para pemain muda.

Dalam catatan Porprov sebelumnya, tim tenis meja Mojokerto sepenuhnya terdiri atas atlet lokal tanpa mengimpor pemain dari luar daerah. Kebijakan ini mencerminkan fokus pada pengembangan bakat asli daerah.

Turnamen juga memberikan dorongan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar venue. Kehadiran ratusan atlet dan pendamping meningkatkan permintaan akan makanan, transportasi, dan perlengkapan olahraga.

Afif Zamroni, Staf Khusus Kemendes, menyampaikan rasa syukur dapat menyaksikan semangat kompetisi para atlet muda. Ia berharap turnamen ini melahirkan atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Imam Suyono, ketua KONI Mojokerto, hadir bersama Sekretaris Umum M. Thoyib dan menilai turnamen menjadi bagian krusial persiapan Porprov 2027. Ia menegaskan kegiatan serupa penting untuk mematangkan kemampuan atlet dan mengamati regenerasi pemain daerah.

Imam menambahkan bahwa konsistensi PTMSI dalam menggelar kejuaraan antarklub memperkuat reputasi olahraga daerah. Dukungan pemerintah daerah turut memperluas basis sumber daya bagi atlet.

Bersama KONI, PTMSI, dan Kemendes, Kabupaten Mojokerto menargetkan terciptanya atlet tenis meja yang kompetitif di tingkat provinsi dan nasional. Sinergi lintas lembaga dianggap kunci keberhasilan program.

Pihak berwenang tetap optimistis bahwa alur pembinaan ini akan menghasilkan medali pada ajang kompetisi berskala lebih besar. Fokus pada usia dini diyakini memberikan fondasi kuat bagi prestasi jangka panjang.

Turnamen berakhir dengan penyerahan Piala Staf Khusus Kemendes dan Piala Kepala Desa Ringinrejo kepada pemenang. Upacara penutupan menegaskan kembali komitmen semua pihak terhadap pengembangan olahraga pemuda.

Keberhasilan acara ini memperkuat keyakinan bahwa Mojokerto siap menjadi pusat penghasil atlet tenis meja berkualitas, mendukung agenda olahraga provinsi dan nasional ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.