Media Kampung – 02 April 2026 | John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, menjelaskan bahwa keputusan tidak menurunkan Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas lebih awal merupakan pilihan taktis yang mempertimbangkan kesiapan pemain.
Ia menegaskan bahwa kedua pemain masih dalam proses adaptasi terhadap pola permainan tim sejak pembukaan FIFA Series 2026.
Herdman menilai bahwa menunggu waktu yang tepat dapat memaksimalkan kontribusi mereka di lapangan.
Dalam penilaian tersebut, ia menekankan pentingnya konsistensi performa di level klub sebagai prasyarat utama.
Dony Tri Pamungkas mengakui pujian yang diberikan oleh Herdman namun menegaskan fokusnya tetap pada kerja keras di klub.
“Jika saya tidak tampil maksimal di liga, saya tidak akan dipilih untuk timnas,” ujarnya dalam wawancara di Jakarta.
Beckham Putra juga menyampaikan bahwa ia menghormati keputusan pelatih dan terus memperbaiki aspek taktik serta fisik.
Ia menambahkan, “Saya siap ketika dipanggil, asalkan saya sudah siap secara mental dan teknis.”
Herdman menambahkan bahwa persaingan internal, terutama dengan pemain senior, menjadi faktor penting dalam menentukan menit bermain.
Calvin Verdonk, Nathan, dan pemain lain memberikan tekanan positif yang membantu pemain muda mengasah kemampuan.
Strategi Herdman menekankan rotasi pemain untuk menjaga kebugaran selama turnamen panjang.
Ia mengingatkan bahwa beban pertandingan berulang dapat menurunkan intensitas jika tidak ada pergantian yang tepat.
Selain itu, Herdman mengindikasikan bahwa pemilihan waktu masuk lapangan dipengaruhi pada analisis lawan.
Melawan tim seperti Saint Kitts and Nevis, ia memilih memanfaatkan starter, sementara melawan Bulgaria, ia memberi kesempatan kepada Dony sebagai pengganti.
Pujian yang diberikan kepada Dony setelah penampilan melawan Bulgaria menegaskan nilai tambah yang diberikan pemain muda.
John Herdman menyebut Dony sebagai calon penggawa masa depan Timnas Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa kedua pemain memiliki potensi untuk memegang peran lebih besar pada Piala AFF 2026.
Keputusan menunda penampilan awal bukan berarti menurunkan kualitas, melainkan memberi ruang bagi pemain menginternalisasi taktik.
Herdman menegaskan pentingnya proses belajar dari senior sebelum diberikan tanggung jawab penuh.
Beckham Putra menanggapi dengan sikap positif, menyatakan ia menggunakan waktu latihan untuk memperdalam peran bek kiri.
Ia menambahkan, “Setiap sesi latihan adalah kesempatan belajar, bukan sekadar persaingan.”
Dony menegaskan bahwa kompetisi internal tidak menimbulkan tekanan, melainkan motivasi.
Ia menyebut nama-nama rekan senior sebagai mentor yang membantu meningkatkan pemahaman taktik.
Herdman menilai bahwa kompetisi internal menciptakan standar tinggi yang mendorong performa tim secara keseluruhan.
Ia menambahkan, “Jika semua pemain berusaha menjadi yang terbaik, kualitas tim otomatis meningkat.”
Dalam konteks persiapan AFF 2026, Herdman menekankan pentingnya memanfaatkan waktu kompetisi FIFA Series untuk menguji formasi.
Keputusan menunda penampilan awal dianggap sebagai bagian dari proses evaluasi pemain di berbagai skenario pertandingan.
Herdman juga menyatakan bahwa ia selalu memantau perkembangan pemain di liga domestik untuk menilai kesiapan mereka.
Pengamatan tersebut menjadi acuan utama saat menentukan siapa yang layak masuk dalam skuad inti.
Selain taktik, faktor kebugaran menjadi pertimbangan penting dalam menentukan menit bermain.
Herdman menekankan pentingnya pemulihan yang cukup antara pertandingan agar pemain tetap berada pada puncak performa.
Dalam penutupnya, Herdman mengapresiasi sikap profesional Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas.
Ia berharap kedua pemain akan terus berkembang dan siap memberikan kontribusi maksimal ketika kesempatan datang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan