Media Kampung – 02 April 2026 | Irak mengamankan tiket terakhir ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bolivia 2-1 dalam laga play‑off antarkonfederasi di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Rabu 1 April 2026.

Kemenangan ini mengakhiri penantian selama empat dekade sejak timnas terakhir tampil di turnamen pada edisi 1986.

Gol pembuka datang dari Ali Al‑Hamadi pada menit ke‑10 setelah serangan cepat dari lini tengah, memberi keunggulan awal bagi Singa Mesopotamia.

Bolivia menyamakan kedudukan melalui gol Moises Paniagua pada menit ke‑38, menimbulkan ketegangan di babak pertama.

Pada babak kedua, Irak kembali memimpin lewat Aymen Hussein yang memanfaatkan umpan silang dari Marko Lawk‑Farji pada menit ke‑53.

Skor 2‑1 tetap bertahan hingga peluit akhir meski Bolivia menekan di menit tambahan.

Pelatih asal Australia, Graham Arnold, menjadi pelatih pertama yang berhasil membawa dua negara berbeda ke Piala Dunia, setelah sebelumnya melatih Australia pada edisi 2024.

Arnold menyatakan rasa terima kasih kepada para pemain, menekankan bahwa keberhasilan tim memberi kebahagiaan kepada jutaan warga Irak yang tengah menghadapi situasi keamanan yang tidak menentu.

“Kami senang dapat membuat jutaan orang bahagia di tengah tantangan yang ada,” kata Arnold dalam konferensi pers pasca‑pertandingan.

Pemain Irak menanggapi pujian pelatih dengan semangat, mengakui kerja keras seluruh staf dan dukungan suporter yang menggelar aksi di Baghdad.

Suporter Irak turun ke jalan di ibu kota, mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan, menciptakan atmosfer perayaan yang meluas ke seluruh negeri.

Beberapa saksi melaporkan ribuan warga berkumpul di alun‑alun utama, menandakan kegembiraan kolektif setelah lama terkurung oleh konflik regional.

Kualifikasi Irak sempat terganggu oleh pembatasan ruang udara dan masalah visa, memaksa tim menempuh perjalanan tiga hari dari Baghdad ke Monterrey melalui Amman.

Meskipun perjalanan melelahkan, pemain melaporkan kondisi fisik tetap optimal berkat program kebugaran yang dijalankan di kamp pelatihan sementara.

Irak akan bergabung di Grup I Piala Dunia 2026 bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia, grup yang dianggap paling sulit oleh para analis.

Analisis awal menyebut peluang Irak untuk melaju ke fase knockout kecil, mengingat pengalaman pemain di liga Eropa dan Asia.

Penampilan pertama Irak di Piala Dunia 2026 juga menjadi kesempatan bagi para pemain muda seperti Al‑Hamadi untuk menarik perhatian klub‑klub internasional.

FIFA menegaskan bahwa turnamen 2026 akan diselenggarakan di tiga negara tuan rumah—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—menambah nilai logistis bagi tim yang harus beradaptasi dengan zona waktu baru.

Keberhasilan Irak menambah total 48 tim yang berkompetisi, menandai peningkatan inklusivitas kompetisi sepak bola dunia.

Dengan semangat baru, Irak menatap tantangan di grupnya, menyiapkan strategi defensif yang solid dan serangan balik cepat untuk menghadapi lawan kelas dunia.

Irak kembali ke panggung global setelah 40 tahun, membawa harapan bagi jutaan pendukungnya dan menegaskan tekad nasional di tengah situasi yang kompleks.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.