Media Kampung – 02 April 2026 | Ducati menghadapi tekanan untuk memperdalam kemitraan dengan Marc Márquez serta tim Valentino Rossi di tengah pasar MotoGP yang semakin panas. Pernyataan terbaru menunjukkan bahwa keduanya mengharapkan dukungan teknis yang lebih signifikan.

Marc Márquez, yang baru saja mencatat kemenangan debut dengan Ducati Desmosedici GP25 di Thailand 2025, secara terbuka menyatakan keyakinannya terhadap mesin tersebut. Ia menekankan bahwa motor baru memberikan stabilitas yang diperlukan untuk bersaing memperebutkan gelar.

Pada peluncuran di Campiglio, Márquez menggambarkan Desmosedici GP25 sebagai “siap untuk tantangan baru” dan menekankan pentingnya pengujian awal untuk mengoptimalkan performa. Ia juga menambahkan bahwa tujuan jangka pendeknya adalah menikmati setiap balapan sehingga hasil akan mengikuti.

Meski meraih kemenangan awal, dominasi Ducati merosot pada awal musim 2026. Setelah tiga seri, tim belum mengantarkan kemenangan penuh, hanya meraih kemenangan sprint di Brasil untuk Márquez. Kompetitor seperti Aprilia kini memimpin klasemen.

Kondisi tersebut mendorong manajemen Ducati mempertimbangkan investasi lebih besar dalam pengembangan pembalap dan kolaborasi teknis dengan tim VR46 yang dipimpin Valentino Rossi. Tim VR46, yang kini menggunakan motor berbasis Ducati, menginginkan dukungan pabrikan untuk tetap kompetitif di bawah regulasi mesin 850 cc yang akan datang.

CEO Aprilia, Massimo Rivola, memperingatkan bahwa perubahan regulasi 2027 akan memaksa pembalap top memilih tim dengan teknologi terbaik. Ia menyebut Márquez dan Fabio Quartararo sebagai kandidat utama yang dapat memicu pergerakan pasar cepat.

Márquez, menyadari dinamika ini, menegaskan kesediaannya tetap bersama Ducati bila kemitraan tersebut memberikan peningkatan nyata. “Jika kami menerima sumber daya yang tepat, saya dapat bersaing secara konsisten,” ujarnya dalam wawancara singkat dengan situs resmi MotoGP.

Valentino Rossi, kini sebagai prinsipal tim, menambahkan bahwa VR46 membutuhkan “lebih dari sekadar motor pelanggan; kami butuh pengembangan bersama untuk menyesuaikan kapasitas mesin dan bahan bakar berkelanjutan.” Ia menilai investasi bersama akan menguntungkan kedua pihak.

Analis mencatat komitmen keuangan Ducati kini tertekan oleh biaya pengembangan GP25 dan kebutuhan menyesuaikan batasan aerodinamika yang lebih ketat. Namun, mereka berpendapat bahwa mengamankan Márquez dan tim VR46 dapat mempertahankan prestise merek Ducati.

Kemenangan sprint Márquez di Brasil, meski diikuti DNF pada balapan utama, menyoroti bakat alaminya sekaligus inkonsistensi motor. Kolaborasi teknis yang lebih kuat dengan VR46 berpotensi menutup celah sasis dan elektronik yang terbuka musim ini.

Menjelang Grand Prix Spanyol, Ducati memiliki satu bulan untuk menyempurnakan Desmosedici GP25 serta merundingkan kedalaman kerja sama dengan VR46. Hasilnya diperkirakan akan memengaruhi pasar transfer menjelang perubahan regulasi 2027.

Secara keseluruhan, Ducati berada pada persimpangan penting: memperdalam investasi pada Márquez dan tim Valentino Rossi untuk merebut kembali daya saing, atau berisiko kehilangan posisi terdepan saat sport ini berevolusi. Minggu-minggu mendatang akan menunjukkan apakah “manuver panas” tersebut dapat menghasilkan peningkatan performa yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.