Media Kampung – 02 April 2026 | KONI Kabupaten Banyuwangi menjadwalkan rapat koordinasi cabang olahraga pada Kamis 2 April 2026 pukul 13.00 WIB di kantor sekretariatnya, Jalan Kalasan No. 16.
Undangan resmi telah disampaikan oleh staf KONI kepada seluruh pengurus cabang olahraga anggota KONI Banyuwangi.
Beragam respons muncul dari para pengurus; sebagian mengaku terkejut, sementara yang lain menyambut baik inisiatif pertemuan tersebut.
Bonavita Budi Wijayanto, ketua Pengurus Cabang Olahraga Perpani Banyuwangi, menuturkan bahwa hampir delapan bulan setelah Porprov Jatim IX di Malang selesai, belum ada pertemuan evaluasi antara cabang olahraga dan KONI setempat.
Totok menekankan pentingnya rapat evaluasi pasca Porprov untuk meninjau hasil kompetisi dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi.
Ia juga mengingatkan bahwa dana pembinaan tahun 2025 yang dijanjikan sebesar Rp800 juta baru sebagian kecilnya, yakni Rp300 juta, yang dibagi rata kepada 35 cabang olahraga.
Sisa dana sebesar Rp500 juta belum dicairkan, padahal alokasi tersebut dijanjikan setelah selesainya Porprov Jatim IX.
Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Alfin selaku Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi pada acara pelepasan atlet di Pendopo Sabha Swagata.
Sampai kini, belum ada penjelasan resmi baik dari Dinas Pemuda dan Olahraga maupun dari pihak KONI mengenai penundaan pencairan dana.
Agenda rapat kerja tahunan yang biasanya dilaksanakan pada awal tahun hingga akhir Maret juga tidak terlaksana tahun ini.
Selain itu, kegiatan halal bihalal Idulfitri, yang biasanya menjadi forum silaturahmi antara pengurus cabang olahraga dan KONI, belum dijadwalkan.
Pujo Waluyo, ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) banyuwangi, mengungkapkan kegembiraannya menerima undangan rapat melalui aplikasi WhatsApp.
Ia berharap pertemuan nanti dapat memberikan kepastian atas masalah pendanaan dan koordinasi yang selama ini belum terselesaikan.
Para pengurus menganggap rapat koordinasi ini sebagai peluang untuk menyampaikan aspirasi, memperjelas peran masing-masing cabang, serta menuntut transparansi penggunaan dana pembinaan.
Beberapa pengurus juga menyoroti kurangnya interaksi rutin antara cabang olahraga dan KONI setelah Porprov, yang berdampak pada persiapan kompetisi mendatang.
KONI diharapkan dapat menyiapkan agenda terstruktur, termasuk evaluasi Porprov, rencana alokasi dana, serta mekanisme monitoring penggunaan dana oleh tiap cabang.
Jika hasil rapat tidak memuaskan, pengurus berpotensi mengajukan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas dana olahraga.
Rapat koordinasi ini menjadi momen penting bagi pengembangan olahraga di Banyuwangi, mengingat tantangan pendanaan dan koordinasi yang masih mengganjal.
Dengan kehadiran seluruh pengurus cabang olahraga, diharapkan keputusan yang diambil dapat memperkuat sinergi antara KONI dan organisasi cabang, serta memastikan atlet daerah memperoleh dukungan yang memadai.
Rapat diharapkan selesai dengan rencana aksi konkret, termasuk jadwal pencairan dana, evaluasi hasil Porprov, dan penetapan program kerja bersama untuk tahun mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan