Media Kampung – 02 April 2026 | Valentina Shevchenko menolak keras pernyataan mantan juara UFC Khabib Nurmagomedov yang menyatakan wanita tidak cocok berkompetisi di Mixed Martial Arts. Penolakan tersebut muncul satu hari setelah Khabib mengungkapkan pendapatnya dalam sebuah wawancara di Las Vegas.

Khabib, yang pensiun dari kompetisi pada 2020 setelah mengalahkan Justin Gaethje, menyebut bahwa risiko pukulan ke wajah terlalu tinggi bagi perempuan. Ia menekankan bahwa penampilan fisik, terutama wajah, menjadi prioritas yang tidak boleh dikorbankan dalam olahraga tersebut.

Saat ini Khabib berperan sebagai pelatih utama dan pendamping utama Islam Makhachev dalam rangkaian pertarungan UFC. Pernyataannya kali ini memicu perdebatan sengit di antara para praktisi, penggemar, dan analis MMA.

Shevchenko, yang masih aktif bertarung di divisi kelas terbang, menegaskan bahwa kemampuan teknis dan mental tidak dibedakan antara gender. Ia menambahkan bahwa banyak petarung wanita telah membuktikan diri di level tertinggi selama satu dekade terakhir.

Juara kelas terbang tersebut terakhir mempertahankan gelarnya pada November 2025 melawan Zhang Weili, sebuah pertarungan yang dinilai teknis dan mengesankan. Kemenangan itu menegaskan posisi Shevchenko sebagai salah satu tokoh paling dominan dalam sejarah UFC wanita.

Partisipasi perempuan dalam MMA terus meningkat, terbukti dari pertumbuhan divisi wanita sejak debut UFC pada 2013. Statistik organisasi menunjukkan bahwa lebih dari 25% total roster kini berisi petarung wanita.

Beberapa pengamat setuju dengan Khabib, berargumen bahwa perbedaan fisiologis dapat meningkatkan risiko cedera pada perempuan. Namun mayoritas ahli olahraga menolak klaim tersebut dan menekankan pentingnya perlindungan yang sama bagi semua atlet.

“Saya menghormati pendapat Khabib, tapi saya tidak setuju; wanita sudah membuktikan diri di arena paling keras,” ujar Shevchenko dalam konferensi pers di Las Vegas. Ia menekankan bahwa penampilan fisik tidak mengurangi nilai kompetitif seorang atlet.

Khabib menegaskan kembali bahwa “wajah adalah aset paling berharga” dan bahwa perempuan sebaiknya menghindari serangan yang menargetkan area tersebut. Pernyataan itu dianggap menyinggung nilai profesionalisme atlet wanita.

Reaksi di media sosial terbagi, dengan ribuan komentar mendukung Shevchenko dan sejumlah kecil yang menyuarakan dukungan pada pandangan Khabib. Platform utama seperti Twitter dan Instagram menjadi arena debat yang intens.

Pihak UFC belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi kontroversi ini, namun organisasi terus menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan gender dalam olahraga. Sejumlah promotor regional juga menyatakan dukungan penuh kepada petarung wanita.

Para petarung muda melihat perdebatan ini sebagai tantangan tambahan untuk memperkuat posisi mereka di panggung global. Mereka berharap bahwa kebijakan dan regulasi akan terus berkembang untuk menjamin keamanan dan kesempatan yang setara.

Dengan dukungan kuat dari atlet kelas dunia seperti Shevchenko, pandangan bahwa wanita tak cocok di MMA semakin terpinggirkan. Seiring waktu, keberagaman gender di dalam octagon diharapkan menjadi norma yang tidak dapat dipertanyakan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.