Media Kampung – 01 April 2026 | Irak mengamankan tiket terakhir ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bolivia 2-1 dalam playoff antarbenua.
Kemenangan ini menandai kembalinya tim “Singa Mesopotamia” ke turnamen global pertama sejak 1986.
Pertandingan berlangsung di Estadio BBVA Bancomer, Meksiko, dengan gol pertama dicetak oleh Ali Al Hamadi pada menit ke-10.
Bolivia menyamakan kedudukan lewat Moises Paniagua pada menit ke-38, namun Ayman Hussein mengembalikan keunggulan Irak pada menit ke-53.
Tim yang dipimpin pelatih Graham Arnold menyelesaikan laga 2-1, memastikan perwakilan Asia sembilan tim di Qatar 2026.
Di Baghdad, warga turun ke jalan pada dini hari Rabu 1 April menyambut berita lolosnya tim nasional.
Suasana dipenuhi musik, kembang api, dan sesekali suara tembakan, sementara ribuan orang mengibarkan bendera di kawasan Karrada.
Ahmed, 22 tahun, mengungkapkan kebanggaan rakyat: “Kemenangan ini sangat berharga bagi kami, meskipun perang sedang berkecamuk.”
Ia menambahkan bahwa persatuan lintas sekte terjalin kembali, mengingat keberhasilan Piala Asia 2007 yang terjadi di tengah kekerasan sektarian.
Penjual teh jalanan seperti Ali al‑Muhandis membagikan minuman gratis sambil berteriak “Teh gratis!” sebagai simbol solidaritas.
Ali menekankan bahwa konflik saat ini bukan perang rakyat Irak, melainkan pertarungan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Sejak akhir Februari, serangan Amerika dan Israel ke Iran menjerumuskan Irak ke dalam konflik regional, menewaskan lebih dari 100 orang.
Meskipun situasi ekonomi sulit, warga tetap percaya bahwa prestasi tim nasional mencerminkan ketangguhan bangsa.
Beberapa pemain kunci, termasuk Ali Al Hamadi, Ayman Hussein, dan Amir Al‑Ammari, menjadi sorotan media internasional.
Frans Putros, bek Persib Bandung, termasuk dalam skuad Irak, menjadikan keberhasilan tim nasional juga relevan bagi sepak bola Indonesia.
Pelatih Persib Bojan Hodak menyatakan dukungan penuh kepada Putros dan berharap ia tetap dipanggil untuk piala dunia.
Dengan lolosnya Irak, grup I piala dunia 2026 akan berisi Perancis, Senegal, dan Norwegia, menjanjikan tantangan berat di fase grup.
Masyarakat Irak kini menantikan debut mereka di Amerika Utara, sambil terus berjuang menghadapi dampak perang yang masih berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan