Media Kampung – 01 April 2026 | John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia, mengumumkan visi pembentukan dream team Garuda setelah turnamen FIFA Series 2026 berakhir dengan posisi runner‑up.
Ia menilai proses penyusunan skuad ideal memerlukan waktu, karena saat ini masih dalam fase eksplorasi pemain yang dapat mengisi posisi kunci.
Dalam dua laga terakhir, Indonesia mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4‑0 sebelum kehilangan final 0‑1 dari Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno.
Herdman memberi kesempatan bermain kepada hampir seluruh pemain yang dipanggil, kecuali kiper Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, dan Jens Raven yang tidak tampil.
Dari pemain muda, Dony Tri Pamungkas dan Beckham Putra mendapat sorotan khusus karena menampilkan potensi besar menurut pelatih.
“Dony Tri memiliki kualitas yang sangat menjanjikan untuk menjadi pemain top, begitu pula Beckham yang menunjukkan kepercayaan diri tinggi,” ujar Herdman dalam konferensi pers.
Rizky Ridho juga disebut sebagai bagian penting dalam rencana jangka panjang, mengingat peranannya di lini tengah Persija Jakarta.
Herdman menambahkan, “Saya percaya Indonesia masih memiliki banyak talenta yang dapat berkembang, baik yang bermain di liga domestik maupun yang berkarier di Eropa.”
Ia mengingat kembali pengalaman mengubah tim Kanada sejak 2018, ketika pemain seperti Alphonso Davies, Jonathan David, dan Tajon Buchanan muncul di kancah internasional.
“Jika Anda menanyakan pada saya tahun 2018 tentang kondisi tim pada 2022, jawabannya jelas berbeda. Proses evolusi membutuhkan waktu,” kata Herdman, menegaskan bahwa hasil saat ini hanyalah langkah awal.
Selama final melawan Bulgaria, Herdman menunda memasukkan Dony Tri pada menit ke‑73 dan Beckham Putra pada menit ke‑79 untuk menyesuaikan taktik melawan fisik tim Eropa.
Kedua pemain memberikan dampak dengan meningkatkan intensitas serangan, meski tidak berhasil mengubah hasil akhir.
Herdman menilai keputusan tersebut tepat karena menunggu momen terbuka yang memberi ruang bagi pemain bertubuh lebih kecil menghadapi lawan yang mengandalkan postur.
Selain tiga nama utama, pelatih juga memantau performa pemain lain seperti Ragnar Oratmangoen dan Nathan Tjoe‑A‑On yang berperan di sayap kiri.
“Kami masih mencari kombinasi yang paling efektif, dan proses ini tidak dapat dipercepat,” jelasnya, menekankan pentingnya rotasi dan evaluasi berkelanjutan.
Timnas Indonesia kini menargetkan kualifikasi Piala Dunia 2030, dengan fokus pada pembentukan mentalitas baja dan konsistensi taktik.
Herdman menegaskan bahwa pemantauan pemain diaspora Indonesia di luar negeri akan menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang.
Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa skuad Garuda akan menemukan komposisi ideal seiring berjalannya waktu dan pengalaman kompetisi lebih banyak.
Hingga saat ini, belum ada susunan dream team yang definitif, namun proses pembentukan telah menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan fase sebelumnya.
Dengan dukungan federasi dan peningkatan fasilitas latihan, harapan bagi generasi muda seperti Dony Tri, Beckham Putra, dan Rizky Ridho semakin realistis untuk bersaing di level Asia dan dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan