Media Kampung – 30 Maret 2026 | Ketua Federasi Sepak Bola Thailand, Nualphan Lamsam, yang akrab dipanggil Madam Pang, menyatakan akan memberikan bonus sebesar Rp2,6 miliar bila Timnas Thailand berhasil mengikut sertakan Piala Asia 2027 setelah Indonesia.

Janji tersebut diumumkan pada konferensi pers di Bangkok pada Senin (30 Maret 2026) bersamaan dengan rapat persiapan tim U‑22 yang tengah menjalani kualifikasi regional.

Besaran bonus tersebut setara dengan hadiah kemenangan grup di Piala Asia, dan ditujukan untuk memotivasi pemain serta staf pelatih.

Madam Pang menegaskan bahwa insentif finansial bukan sekadar gimmick, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menutup kesenjangan dengan tim-tim Asia Tenggara.

Ia menambahkan bahwa Indonesia telah menyiapkan dana serupa, sehingga Thailand bertekad tidak mau tertinggal.

Pernyataan tersebut muncul setelah tim U‑22 Thailand berhasil meraih kemenangan pertama melawan Vietnam dalam fase grup kualifikasi.

Kemenangan itu meningkatkan harapan publik bahwa tim dapat melaju ke babak final Piala Asia 2027, yang dijadwalkan di Malaysia dan Singapura.

“Kami ingin memberi sinyal bahwa semua pihak harus berkomitmen, baik pemain, pelatih, maupun federasi,” ujar Madam Pang.

Ia menyinggung peran penting manajer tim, Theerathon Bunmathan, yang baru saja menerima bonus pribadi setelah Thailand menjuarai Piala AFF 2022 secara beruntun.

Theerathon sebelumnya mengaku bahwa dukungan finansial meningkatkan rasa percaya diri tim pada kompetisi internasional.

Sebelumnya, Madam Pang telah dikenal luas karena kebijakan bonus yang sering kali melampaui standar AFC, termasuk bonus medali emas SEA Games 2025 bagi tim U‑22.

Pada Desember 2024, tim Thailand mencatat kemenangan 10‑0 atas Timor Leste di Piala AFF, yang dipicu oleh motivasi bonus yang diumumkan sebelumnya.

Kebijakan serupa juga diterapkan pada pemain naturalisasi seperti Nguyen Xuan Son, yang menerima biaya perawatan medis penuh dari FAT.

Meskipun demikian, Thailand gagal melaju ke final Piala AFF U‑23 2025, namun Madam Pang tetap mengungkapkan kebanggaan atas performa tim.

Ia menekankan bahwa kegagalan tersebut tidak mengurangi tekad untuk menggapai target jangka panjang, termasuk kualifikasi Piala Asia 2027.

Federasi Thailand juga menyiapkan program pembinaan pemain muda, dengan fokus pada peningkatan taktik dan kebugaran, demi menutup jarak dengan Indonesia yang kini berada di peringkat lebih tinggi.

Indonesia, yang secara konsisten menempati posisi teratas klasemen AFC, menjadi acuan bagi Thailand dalam menetapkan standar performa.

“Kami menghormati progres Indonesia, tetapi kami ingin menjadi lawan yang sepadan,” kata Madam Pang dalam wawancara singkat.

Kenaikan dana bonus ini mendapat sorotan publik, dengan sebagian netizen menilai langkah tersebut sebagai dorongan positif, sementara yang lain mengkritik potensi beban keuangan.

Analisis dari pakar sepak bola Thailand, Dr. Somchai Phanich, menyebut bahwa insentif sebesar Rp2,6 miliar dapat meningkatkan konsentrasi pemain, namun efektivitasnya bergantung pada manajemen tim.

Dr. Somchai menambahkan bahwa keberhasilan Thailand di Piala Asia 2027 akan sangat dipengaruhi oleh kualitas pelatih asing yang dipekerjakan.

Saat ini, FAT sedang dalam proses negosiasi dengan pelatih asal Eropa yang memiliki pengalaman di turnamen tingkat kontinental.

Jika proses rekrutmen berjalan lancar, diharapkan strategi taktik tim dapat menyesuaikan dengan standar kompetisi Asia.

Selain bonus finansial, FAT juga menjanjikan peningkatan fasilitas latihan, termasuk pembangunan pusat kebugaran modern di Bangkok.

Proyek tersebut diperkirakan selesai pada akhir 2027, tepat sebelum fase grup Piala Asia dimulai.

Sementara itu, tim Indonesia tetap fokus pada persiapan Piala Asia 2027, dengan menyiapkan skuad yang berisi pemain berpengalaman dan pendatang baru.

Kedua federasi berjanji akan menjaga sportivitas, meski persaingan antar negara semakin ketat menjelang turnamen utama Asia.

Dengan bonus Rp2,6 miliar sebagai pendorong, Thailand berharap dapat menyalip Indonesia dalam klasemen AFC dan menorehkan prestasi di Piala Asia 2027.

Komitmen finansial dan struktural yang ditunjukkan Madam Pang menegaskan tekad Thailand untuk menjadi kekuatan baru di kancah sepak bola Asia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.