Media Kampung – 22 Maret 2026 | Movsar Evloev berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan pada laga UFC 290 di London, mengalahkan Lerone Murphy dengan keputusan mayoritas. Pertarungan berlangsung pada Sabtu malam dan selesai dengan skor 28-27 untuk Evloev.
Evloev, petarung berkelas bantamweight asal Rusia, menunjukkan taktik defensif yang konsisten sepanjang ronde pertama. Ia berhasil menahan serangan Murphy yang agresif dan mengendalikan jarak dengan jab yang tajam.
Murphy, penantang asal Inggris, menekan Evloev pada ronde kedua dengan kombinasi pukulan tubuh dan kaki. Namun, Evloev kembali menyesuaikan posisi dan mengurangi efektivitas serangan lawan.
Keputusan mayoritas muncul setelah tiga juri menilai ronde ketiga secara berbeda. Dua juri memberi 10-9 kepada Evloev, sementara satu juri menilai seri, menghasilkan skor akhir 28-27, 28-27, 27-27.
Kontroversi muncul karena banyak penonton menganggap ronde ketiga lebih menguntungkan bagi Murphy. Beberapa saksi menilai bahwa serangan Murphy lebih dominan, memicu diskusi di media sosial.
Reaksi langsung dari petarung mengungkapkan kebingungan. Salah satu atlet MMA menulis ”WTF?” di platform mikro, menyoroti ketidakpuasan atas hasil penilaian.
Evloev’s coach mengapresiasi kemenangan dengan menekankan pentingnya disiplin taktik. Ia menyatakan bahwa keputusan juri mencerminkan kerja keras tim selama persiapan.
Sementara itu, tim Murphy mengklaim bahwa keputusan tidak adil dan mengajukan permohonan review. Mereka menekankan bahwa penilaian harus lebih transparan dalam pertarungan internasional.
UFC London menegaskan bahwa semua keputusan juri telah melalui prosedur standar. Organisasi menyatakan tidak ada indikasi kesalahan teknis dalam penilaian.
Pertarungan ini menjadi sorotan utama pada kartu acara yang juga menampilkan pertarungan kelas utama. Penjualan tiket terjual habis dalam waktu singkat, menandakan tingginya antusiasme penonton.
Evloev kini menambah catatan 14 kemenangan beruntun tanpa kekalahan. Rekor ini menempatkannya di antara petarung bantamweight paling konsisten dalam sejarah UFC.
Poin penting lain adalah stamina Evloev yang tetap stabil hingga akhir. Ia menunjukkan kemampuan mengelola energi meski menghadapi tekanan intens pada ronde-ronde akhir.
Analisis teknik mengungkapkan bahwa Evloev mengandalkan footwork yang cepat untuk menghindari serangan kepala. Ia juga memanfaatkan low kicks untuk mengurangi mobilitas Murphy.
Murphy, meski kalah, tetap dipuji karena agresivitasnya yang terus menekan lawan. Beberapa komentator menyebutnya sebagai pertarungan yang ”menarik” dan ”berani”.
Setelah pertarungan, Evloev mengucapkan terima kasih kepada penonton London. Ia menuturkan bahwa dukungan publik memberi semangat tambahan bagi kariernya.
Di sisi lain, Murphy berjanji untuk kembali lebih kuat. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran penting untuk perbaikan teknik.
UFC menjanjikan bahwa kedua petarung akan mendapatkan bonus kinerja. Bonus tersebut merupakan penghargaan bagi atlet yang menunjukkan semangat kompetitif tinggi.
Media internasional melaporkan bahwa keputusan mayoritas menambah tekanan pada sistem penilaian juri UFC. Beberapa pihak menyarankan revisi format penilaian untuk mengurangi kontroversi.
Penonton yang hadir di O2 Arena melaporkan suasana tegang pada menit akhir ronde ketiga. Sorakan bergema ketika hasil diumumkan, meski ada keraguan di antara sebagian penonton.
Secara keseluruhan, pertarungan ini menegaskan posisi Evloev sebagai kandidat kuat untuk gelar bantamweight. Keberhasilan mempertahankan rekor tak terkalahkan meningkatkan peluangnya di papan peringkat.
Pertarungan berikutnya bagi Evloev dijadwalkan beberapa bulan ke depan, dengan lawan yang masih belum ditentukan. Namun, ekspektasi tinggi tetap mengiringi langkahnya ke depan.
UFC London 2023 menutup dengan catatan penting mengenai penilaian juri dan respons publik. Kejadian ini menjadi bahan diskusi yang kemungkinan akan memengaruhi kebijakan penilaian di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








