Media Kampung – 22 Maret 2026 | Fortuna Sittard mengalami kekalahan di laga kandang melawan FC Twente pada pekan ke-24 Eredivisie Belanda, dengan pelatih menilai bahwa absennya Hubner menjadi faktor penting.

Tim tuan rumah tidak menurunkan Hubner, gelandang asal Belanda, yang sebelumnya menjadi andalan dalam beberapa pertandingan, sehingga lini tengah kehilangan kreativitas dan keseimbangan.

Twente memanfaatkan ruang yang terbuka dengan menyerang cepat, mencetak gol pertama pada menit ke-18 setelah serangan balik yang dipimpin oleh striker utama mereka.

Gol kedua tercipta lewat tendangan sudut pada babak pertama, dimana bek Twente mengarahkan bola ke dalam kotak penalti, memanfaatkan kekurangan koordinasi pertahanan Fortuna.

Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola lebih tinggi bagi Twente, dengan 58% total kepemilikan dan 14 tembakan, dibandingkan 7 tembakan Fortuna yang hanya menghasilkan dua tembakan tepat sasaran.

Baca juga:

Kehilangan peluang tersebut membuat pelatih Fortuna, Pascal Jansen, mengakui bahwa taktik yang diterapkan tidak efektif melawan tekanan tinggi lawan.

Jansen menambahkan, “Kami harus memperbaiki transisi cepat dan menambah variasi dalam serangan, terutama setelah keputusan tak memanggil Hubner.”

Kekalahan ini menambah tekanan pada klasemen, dengan Fortuna kini berada di urutan ke-16, hanya selisih satu poin dari zona degradasi.

Sementara itu, FC Twente mengukuhkan posisi di zona aman, menempati posisi ke-7 dengan selisih tiga poin dari tempat masuk zona Liga Champions.

Bagi para pendukung, hasil ini menimbulkan kekecewaan, terutama setelah harapan tinggi pada pemain asing yang diharapkan dapat mengangkat performa tim.

Namun, manajer klub menegaskan bahwa skuat masih memiliki potensi, dan langkah selanjutnya adalah meninjau kembali susunan pemain serta strategi ofensif.

Baca juga:

Latihan intensif dijadwalkan menjelang pertandingan berikutnya melawan Feyenoord, dimana pelatih berjanji akan memberi kesempatan pada pemain muda yang belum banyak tampil.

Pengamat sepak bola menilai bahwa keputusan untuk tidak menurunkan Hubner mungkin dipengaruhi oleh masalah kebugaran atau disiplin, meski tidak ada konfirmasi resmi.

Dalam konteks liga, performa Fortuna Sittard selama musim ini tidak konsisten, dengan tiga kemenangan, delapan hasil imbang, dan sepuluh kekalahan hingga titik ini.

Tim lain yang berada di zona bawah, seperti VVV-Venlo dan RKC, juga menunjukkan tren serupa, menambah intensitas persaingan untuk bertahan di Eredivisie.

Kepala klub, Peter Bijlsma, menyatakan komitmen untuk memperkuat skuad pada bursa transfer musim panas, menargetkan pemain bertahan yang lebih berpengalaman.

Secara keseluruhan, kekalahan melawan Twente menegaskan bahwa Fortuna harus segera bangkit, memperbaiki kelemahan taktis, dan memanfaatkan peluang pemain cadangan untuk menghindari degradasi.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.