Media Kampung – 19 Maret 2026 | Pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, kini berada di bawah sorotan publik dan pengurus setelah serangkaian hasil yang mengecewakan. Para tokoh bulu tangkis menuntut agar ia segera menjalin koordinasi dengan Badminton Association of Malaysia (BAM) guna memaksimalkan persiapan menjelang Thomas Cup 2026.

Kekalahan pada kualifikasi Orleans Masters di Prancis, di mana ia kalah 12‑21, 18‑21 dari Dong Tianyao, menurunkan peringkat dunia Lee ke nomor 84. Kegagalan masuk babak utama menandai penurunan performa yang kontras dengan ekspektasi publik yang menaruh harapan pada dirinya sebagai andalan Malaysia.

Legenda bulu tangkis Rashid Sidek menekankan pentingnya Lee berlatih di bawah naungan pelatnas BAM, mengingat akses ke rekan latihan berkualitas lebih luas. Menurut Sidek, peningkatan intensitas dan variasi sparring dapat mempercepat pemulihan teknik yang mulai berkurang.

Sejak berstatus independen pada 2022, Lee tidak lagi terikat pada program fisik dan teknis terpusat, sehingga pemantauan kebugaran menjadi terbatas. BAM, dengan fasilitas nasional dan tim pendukung, mampu menyediakan pengawasan yang lebih konsisten serta program rehabilitasi yang terstruktur.

Pelatih lama Wong Tat Meng menilai penurunan Lee bukan semata‑musibah cedera, melainkan beban mental yang menghambat gerakannya di lapangan. Ia menyarankan agar pemain membersihkan pikiran, mengurangi tekanan diri, dan kembali bermain dengan kepercayaan diri yang natural.

Tat Meng mengingat Lee masih dalam proses pemulihan dari cedera kaki yang membuatnya absen lama pada musim sebelumnya, serta mengakui bahwa pemulihan penuh memerlukan waktu. Sementara itu, Tat Meng sendiri baru saja menyelesaikan operasi pada lengan setelah kecelakaan sepeda motor, namun tetap aktif membimbing melalui klub Roketto.

Thomas Cup 2026 dijadwalkan 24 April‑3 Mei di Horsens, Denmark, dan Malaysia menargetkan kembali trofi pertama sejak 1992. Dalam grup B, tim Malaysia akan berhadapan dengan Jepang, Inggris, dan Finlandia, dengan peluang melaju ke perempat final tergantung hasil tunggal dan ganda.

Daftar tunggal Malaysia mencakup Leong Jun Hao (peringkat 23), Justin Hoh (38), Aidil Sholeh Ali Sadikin (51), dan Lee Zii Jia (86), yang diperkirakan menjadi tunggal ketiga. Posisi pemain keempat belum pasti, namun keputusan akhir akan dipengaruhi pada performa Zii Jia dalam sesi latihan intensif.

Kedalaman skuad Jepang, yang menampilkan Kodai Naraoka, Kenta Nishimoto, Yushi Tanaka, dan Koki Watanabe, menambah tekanan pada Malaysia untuk menyiapkan strategi yang tepat. Di sisi lain, pemain muda seperti Alwi Farhan (Indonesia) dan Alex Lanier (Prancis) menunjukkan tren peningkatan kompetitif di level internasional.

Dengan tekanan waktu yang semakin pendek, keputusan Lee Zii Jia untuk kembali ke BAM menjadi faktor kunci dalam upaya Malaysia memperbaiki peluang di Thomas Cup. Jika dukungan teknis dan mental dapat terjalin, harapan publik bahwa ia akan kembali ke performa puncak masih tetap terbuka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.