Media Kampung – 16 Maret 2026 | Thomas Cup 2026 semakin mendekat, dan sorotan tidak hanya tertuju pada skuad senior Indonesia secara keseluruhan, melainkan pada satu nama yang kini menjadi perbincangan hangat di media Malaysia: Anthony Sinisuka Ginting. Atlet tunggal putra berusia 28 tahun ini menunjukkan peningkatan performa signifikan pada rangkaian turnamen Eropa, khususnya Swiss Open 2026 dan Orleans Masters 2026, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa ia bisa menjadi kartu as yang menyeimbangkan kekuatan tim Indonesia di ajang bergengsi tersebut.
Setelah mengalami masa sulit akibat cedera pada musim sebelumnya, Ginting berhasil menembus semifinal Swiss Open 2026, mengakhiri rentetan kegagalan yang membuatnya terpuruk sejak akhir 2024. Pada turnamen tersebut, ia menampilkan pukulan smash yang lebih tajam, kecepatan footwork yang stabil, serta strategi permainan yang lebih matang, terutama dalam mengelola rally panjang melawan lawan-lawan Asia. Keberhasilan ini menjadi titik balik, dan sekaligus alasan mengapa media Malaysia, termasuk harian harian olahraga terkemuka, menyoroti potensi Ginting sebagai penentu kemenangan Indonesia melawan tim lawan di Thomas Cup.
Media Malaysia Melihat Ginting Sebagai Ancaman Baru
Berbagai portal berita dan program talkshow di Malaysia menekankan bahwa Ginting kini memiliki gaya permainan yang cocok melawan pemain-pemain unggulan mereka, seperti Lee Zii Jia dan Aaron Chia. Analisis mereka menyoroti kemampuan Ginting dalam mengubah tempo pertandingan, memaksa lawan bertahan dalam posisi defensif, serta mengendalikan net play dengan presisi. Keterangan tersebut semakin memotivasi PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) untuk menempatkan Ginting pada urutan utama dalam lini tunggal putra, terutama bila Indonesia harus mengatur strategi ganda yang kompleks.
Di samping sorotan media, performa Ginting di Orleans Masters 2026 yang berlangsung di Palais des Sports, Perancis, semakin menegaskan statusnya. Meski harus berhadapan dengan pemain junior yang berambisi, ia berhasil melaju ke babak perempat final, menunjukkan konsistensi mental yang diperlukan pada turnamen tingkat Super 300. Selain itu, ia mendapat dukungan moral dari rekan-rekannya, termasuk junior Indonesia Mohammad Zaki Ubaidillah yang turut berkompetisi di turnamen tersebut.
Posisi Ginting dalam Skema Tim Nasional
- Anthony Sinisuka Ginting – Tunggal Putra (Kartu As)
- Jonatan Christie – Tunggal Putra (Cadangan utama)
- Ricky Subagja – Tunggal Putra (Cadangan)
- Leo Rolly Carnando / Bagas Maulana – Ganda Putra
- Raymond Indra / Nikolaus Joaquin – Ganda Putra
- Rian Ardianto / Rahmat Hidayat – Ganda Putra
- Apriyani Rahayu / Siti Fadia Silva – Ganda Putri
- Amallia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva – Ganda Putri
- Ricky Subagja / Hardianto – Ganda Campuran
- Bobby Setiabudi / Melati Daeva – Ganda Campuran
Daftar pemain di atas mencerminkan kedalaman skuad Indonesia, namun peran Ginting menjadi krusial karena ia akan menjadi satu-satunya pemain tunggal yang dijamin bermain pada setiap pertemuan dengan tim lawan. Keberhasilan Indonesia di Thomas Cup kerap bergantung pada kemampuan mengamankan poin pertama di setiap pertandingan, dan Ginting diyakini mampu melakukannya dengan konsistensi yang telah terbukti pada turnamen Eropa akhir tahun 2026.
Strategi Menghadapi Malaysia di Piala Thomas
Sejak pertemuan terakhir di Thomas Cup 2022, Indonesia dan Malaysia selalu terlibat dalam duel sengit yang tak jarang berakhir tipis. Analisis taktik menunjukkan bahwa Malaysia cenderung mengandalkan kecepatan serangan ganda serta keuletan tunggal putra mereka. Dengan menempatkan Ginting sebagai kartu as, Indonesia berupaya mengurangi tekanan pada ganda, sekaligus memaksa Malaysia untuk menyesuaikan taktik mereka pada awal pertandingan. Jika Ginting mampu memenangkan dua poin penting pada sesi pertama, peluang Indonesia untuk mengendalikan alur pertandingan secara keseluruhan akan meningkat secara signifikan.
Selain aspek teknis, faktor psikologis juga tidak dapat diabaikan. Sorotan media Malaysia memberi tekanan tambahan pada Ginting, namun sekaligus menjadi motivasi untuk membuktikan diri di panggung internasional. Pelatih kepala tim nasional, Coach Rony Agustinus, menyatakan bahwa mentalitas “tidak terpengaruh oleh sorotan eksternal” menjadi bagian penting dalam persiapan tim. Latihan intensif yang meliputi simulasi pertandingan melawan lawan Malaysia telah dilakukan sejak awal Januari 2026, memastikan Ginting dan rekan-rekannya berada dalam kondisi puncak pada saat turnamen dimulai.
Kesimpulannya, keberadaan Anthony Ginting di tengah sorotan media Malaysia menambah bumbu dramatis pada persiapan Thomas Cup 2026. Dengan performa yang kembali stabil, dukungan tim, dan strategi yang dirancang khusus, ia berpotensi menjadi penentu kemenangan Indonesia melawan rival tradisional. Jika Ginting mampu mengamankan poin penting pada fase awal, Indonesia memiliki peluang besar untuk merebut kembali gelar Thomas Cup dan menegaskan dominasi bulu tangkis Asia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








