Media Kampung – 04 April 2026 | Hector Souto telah merilis skuad akhir Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026, namun lima pemain masih berisiko dikeluarkan, menandakan proses seleksi belum selesai.

Daftar resmi mencakup 14 pemain yang dipilih dari Liga Futsal Profesional, dengan empat pemain berasal dari Blacksteel FC Papua, tiga dari Pangsuma FC Kalbar, dan dua dari Unggul FC Malang.

Kiper utama Muhammad Albagir (Blacksteel FC Papua) dan Angga Ariansyah (Unggul FC Malang) menjadi pilihan ganda di posisi penjaga gawang.

Di lini anchor, Dewa Rizki (Cosmo JNE FC Jakarta) dan Dipo Arrahman (Pangsuma FC Kalbar) dipastikan mengisi peran sentral, bersama Peter Junior (Blacksteel FC Papua).

Flank ditopang oleh Guntur Sulostyo (Bintang Timur Surabaya), Yogi Saputra (Pangsuma FC Kalbar), Rizky Fauzan (Fafage Banua), Imam Anshori (Pangsuma FC Kalbar), Andarias Kareth (Fafage Banua), serta Adityas Priambudi (Blacksteel FC Papua).

Pivot terdiri atas Muhammad Sanjaya (Kuda Laut Nusantara FC), Andres Dwi Persada (Unggul FC Malang), dan Daniel Yeimo (Blacksteel FC Papua).

Hanya dua pemain yang pernah berkontribusi pada final Piala Asia Futsal 2026, yaitu Dewa Rizki dan Yogi Saputra, yang dipertahankan dalam skuad ini.

Pemain-pemain inti seperti Firman Ardiansyah, Ardiansyah Nur, Brian Ick, Muhammad Iqbal, dan Israr Megantara tidak masuk, menegaskan fokus pada regenerasi.

Lima nama yang disebut-sebut akan dikeluarkan meliputi Ardiansyah Runtuboy (Bintang Timur Surabaya), Rizky Afsana (Cosmo JNE FC), Singgih Romana Jati (Pangsuma FC Kalbar), serta dua pemain lainnya yang belum diumumkan.

Souto menjelaskan keputusan tersebut dalam pernyataan resmi FFI, menekankan pentingnya memberi ruang bagi pemain baru untuk menyesuaikan diri di level internasional.

“Kami ingin memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan talenta baru ke dalam sistem Tim Nasional, sebagai bagian dari rencana jangka panjang,” ujar Hector Souto.

Latihan intensif hanya berlangsung satu minggu dengan lima sesi, karena jadwal klub yang padat dan kebutuhan melindungi kesejahteraan pemain.

Grup A Piala AFF menempatkan Indonesia bersama Australia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, dengan laga pertama melawan Brunei pada 6 April, diikuti Malaysia 7 April, dan Australia 8 April.

Tim Garuda diharapkan mengandalkan taktik yang disederhanakan namun efektif, sambil memberi kesempatan bagi pemain baru menunjukkan kemampuan dalam kompetisi regional.

Dengan skuad yang masih bersifat dinamis, harapan nasional tetap tinggi untuk mempertahankan gelar juara, sementara proses seleksi akan terus dipantau menjelang keberangkatan ke Thailand.

Media dan penggemar menilai langkah Souto sebagai upaya berani yang mengorbankan pengalaman demi masa depan, meski menimbulkan pertanyaan tentang kedalaman bench.

Lima pemain yang tersisa di daftar awal diharapkan kembali ke klub masing-masing, dengan peluang dipanggil kembali bila performa mereka menguat di kompetisi domestik.

FFI menegaskan akan terus memantau perkembangan pemain selama sisa musim Liga Futsal Profesional, sebagai basis seleksi untuk turnamen internasional berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.