Media Kampung – 22 Maret 2026 | Federasi Futsal Indonesia (FFI) bersama Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) mengirim delegasi ke Copa de España 2026 di Granada, menegaskan tekad menempatkan Indonesia di peta futsal global.
Turnamen yang berlangsung 19–22 Maret ini merupakan salah satu ajang paling bergengsi, mempertemukan klub-klub elit dan perwakilan federasi dunia.
Delegasi terdiri atas Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar, Direktur Utama KFI Rorian Pratyaksa, Direktur Teknik Hector Souto, serta penasehat FPL Jose Tirado.
Misi mereka adalah membangun jaringan strategis dengan pelaku utama industri futsal serta mempelajari model pembinaan usia muda Spanyol yang terkenal.
Rorian Pratyaksa menegaskan kunjungan ini adalah komitmen nyata, bukan sekadar slogan, untuk memastikan Indonesia diperhitungkan di kancah elit.
Michael Victor Sianipar menambahkan bahwa kehadiran di turnamen bertujuan mendorong futsal Indonesia masuk radar dunia.
Sistem futsal Spanyol diakui karena akademi terstruktur, identifikasi bakat dini, dan pendidikan pelatih terintegrasi.
Pihak Indonesia menyaksikan sesi latihan, mengikuti lokakarya teknis, dan membahas peluang kerja sama dengan klub-klub Spanyol.
Mereka juga bertemu dengan perwakilan Royal Spanish Football Federation untuk menjajaki kerja sama bilateral.
Pembahasan meliputi program pertukaran pemain dan pelatih, kamp bersama, serta penyelarasan kurikulum.
FFI dan KFI melihat pertukaran ini sebagai pemicu penguatan profesionalisme liga domestik.
Rencana mereka mencakup adaptasi praktik terbaik dalam sertifikasi pelatih, standar wasit, dan lisensi klub.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan olahraga nasional yang menargetkan internasionalisasi bakat dan penarikan investasi.
Pengamat mencatat bahwa paparan pada futsal Spanyol dapat meningkatkan kompetitif klub Indonesia di kompetisi AFC.
Inisiatif ini juga mengirim sinyal kepada sponsor bahwa Indonesia serius mengembangkan ekosistem futsal berkelanjutan.
Klub lokal mengantisipasi manfaat dari metode latihan modern dan peluang scouting oleh tim Eropa.
Komunitas futsal Indonesia menyambut positif, berharap transfer pengetahuan dapat memperbaiki program akar rumput.
Waktu pelaksanaan bertepatan dengan Asian Games mendatang, menambah urgensi peningkatan standar.
Pejabat menargetkan implementasi pelajaran sebelum musim liga nasional dimulai akhir tahun ini.
Mereka berencana menerbitkan laporan berisi langkah konkret untuk federasi, klub, dan akademi.
Kehadiran delegasi juga berperan diplomatik, memperkuat hubungan olahraga antara Indonesia dan Spanyol.
Kedua negara memiliki pertukaran budaya historis, kini futsal menambah dimensi baru dalam kerja sama bilateral.
Usaha ini mencerminkan ambisi Indonesia untuk diakui bukan hanya sebagai peserta, melainkan kontributor perkembangan futsal dunia.
Setelah Copa de España selesai, perwakilan Indonesia akan kembali dengan wawasan untuk dibagikan kepada pemangku kepentingan domestik.
Federasi berencana meluncurkan proyek percontohan berbasis model Spanyol dalam enam bulan ke depan.
Jika berhasil, Indonesia berpotensi menjadi pusat regional pengembangan talenta futsal.
Inisiatif ini menandai pergeseran strategis dari pertumbuhan terisolasi menuju jaringan global terintegrasi.
Secara keseluruhan, keterlibatan aktif FFI dan KFI di Copa de España merupakan langkah penting untuk menancapkan Indonesia pada peta futsal dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








