Media Kampung – 30 Maret 2026 | Ustaz Fahri Djafar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) daerah Pohuwato, Gorontalo, dinyatakan meninggal dunia pada hari ini.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh kantor MUI setempat melalui pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa beliau meninggal dalam kondisi tenang.

Ustaz Fahri dikenal luas sebagai tokoh agama yang berpengaruh di wilayah Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato.

Selama lebih dari satu dekade, ia memimpin lembaga keagamaan setempat dengan pendekatan yang menekankan dialog antar umat beragama.

Sebelum menjabat sebagai ketua MUI, ia pernah memegang posisi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat selama 13 tahun.

Pengalaman panjangnya di Kemenag memberinya wawasan mendalam tentang kebijakan keagamaan dan administrasi publik.

Rekan-rekannya menggambarkan Ustaz Fahri sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan selalu mengutamakan kepentingan umat.

“Beliau selalu menekankan pentingnya persatuan serta mengedepankan nilai-nilai keadilan dalam setiap kebijakannya,” ujar salah satu anggota MUI yang tidak disebutkan namanya.

Selama masa kepemimpinannya, Ustaz Fahri berhasil memperkuat jaringan kerja MUI dengan lembaga pemerintah daerah dan organisasi keagamaan lainnya.

Ia juga berperan aktif dalam penyusunan program sosial, seperti bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di daerah terpencil.

Kehilangan ini dirasakan tidak hanya oleh kalangan keagamaan, tetapi juga oleh tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.

Bupati Pohuwato, dalam sebuah pernyataan, menyatakan rasa kehilangan yang mendalam serta mengucapkan terima kasih atas dedikasi Ustaz Fahri selama ini.

Pemerintah provinsi Gorontalo juga menyiapkan upacara pemakaman yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.

Upacara tersebut akan dilaksanakan secara sederhana, sesuai dengan permintaan keluarga almarhum.

Keluarga Ustaz Fahri meminta doa dan dukungan moral dari seluruh lapisan masyarakat.

Mereka menegaskan bahwa almarhum selalu mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam menghadapi segala ujian.

Penghormatan terakhir akan dihadiri oleh pejabat pemerintah, tokoh agama, serta warga yang pernah dibantu oleh program-programnya.

Sejumlah lembaga keagamaan lain, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, menyampaikan belasungkawa secara resmi.

Mereka menilai Ustaz Fahri sebagai contoh pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai keislaman dalam konteks modern.

Berita duka ini muncul bersamaan dengan beberapa peristiwa penting di wilayah Gorontalo, termasuk peningkatan program pembangunan infrastruktur.

Namun, kematian Ustaz Fahri tetap menjadi sorotan utama karena peran strategisnya dalam mengawal kesejahteraan spiritual masyarakat.

Para pengamat menilai bahwa kepemimpinan Ustaz Fahri memberikan stabilitas dalam dinamika sosial‑agama di Pohuwato.

Mereka berharap penerusnya dapat melanjutkan agenda kerja yang telah dirintis selama ini.

Selama masa kepemimpinannya, MUI Pohuwato berhasil menurunkan angka konflik sektarian melalui mediasi yang dipimpin langsung oleh Ustaz Fahri.

Ia juga memfasilitasi dialog lintas agama antara komunitas Muslim, Kristen, dan Hindu di daerah tersebut.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menilai peran dialog sebagai pencegahan radikalisme.

Pengabdian Ustaz Fahri di bidang pendidikan juga tercermin dalam pendirian beberapa madrasah modern yang mengintegrasikan kurikulum nasional.

Madrasah-madrasah tersebut kini menjadi contoh model pendidikan yang menyeimbangkan nilai agama dan ilmu pengetahuan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan Ustaz Fahri yang menekankan peningkatan kualitas tenaga pengajar.

Ia secara rutin mengadakan pelatihan bagi para guru dan ustadz di wilayahnya.

Setelah wafatnya, MUI Pohuwato berjanji akan melanjutkan program-program tersebut demi kelangsungan visi almarhum.

Berita ini menegaskan kembali betapa pentingnya peran pemimpin agama dalam membentuk harmoni sosial.

Ustaz Fahri Djafar akan dikenang sebagai figur yang menyeimbangkan keilmuan agama dengan kepedulian sosial.

Kehilangan beliau menjadi pelajaran bagi generasi penerus untuk terus menjaga nilai-nilai toleransi.

Dengan doa dan dukungan dari masyarakat, keluarga, serta rekan kerja, proses pemakaman akan segera dilaksanakan.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan warisannya tetap menginspirasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.