Media Kampung – 30 Maret 2026 | Beberapa wilayah di ibu kota Tehran serta kota Karaj di provinsi Alborz mengalami pemadaman listrik pada Minggu 29 Maret setelah serangan udara bersama Amerika Serikat dan Israel menargetkan infrastruktur kelistrikan.
Serangan tersebut menghancurkan beberapa gardu transmisi tinggi serta menara listrik, mengakibatkan gangguan pasokan di sejumlah distrik Tehran dan Karaj.
Wakil Menteri Energi Iran, Mostafa Rajabi Mashhadi, mengonfirmasi bahwa gardu induk di wilayah Alborz dan Dowshan Tappeh menjadi sasaran serangan.
Dia menegaskan bahwa jaringan listrik akan dipulihkan dalam beberapa jam dan tidak ada alasan bagi publik untuk khawatir.
IRIB News melaporkan bahwa tim teknis Kementerian Energi tengah melakukan perbaikan darurat pada jaringan yang terdampak.
Serangan udara ini merupakan lanjutan operasi gabungan yang diluncurkan pada 28 Februari, menargetkan instalasi militer dan sipil Iran.
Operasi tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran menanggapi dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Balasan Iran menyebabkan setidaknya 13 tentara Amerika tewas dan lebih dari 300 lainnya terluka di wilayah Teluk.
Pemadaman listrik menjadi dampak domestik paling nyata dari eskalasi konflik yang sedang berlangsung.
Kerusakan teridentifikasi pada menara bertegangan tinggi di Alborz serta gardu di Dowshan Tappeh, yang memutus aliran listrik ke beberapa kawasan.
Beberapa wilayah melaporkan kegelapan selama beberapa menit, sementara daerah lain tetap tanpa listrik selama berjam‑jam.
Warga mengungkapkan kekhawatiran atas hilangnya penerangan dan pendingin ruangan di tengah gelombang panas.
Layanan darurat mencatat peningkatan panggilan bantuan, terutama terkait keandalan generator rumah sakit.
Kementerian Energi mengerahkan tim tambahan dari provinsi tetangga untuk mempercepat proses perbaikan.
Penilaian awal menunjukkan kerusakan terbatas pada jalur transmisi, bukan pada pembangkit listrik utama.
Para insinyur memperkirakan pasokan listrik di Tehran dan Karaj akan kembali normal dalam beberapa jam ke depan.
Pengamat internasional menilai penargetan infrastruktur sipil dapat melanggar hukum humaniter internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan semua pihak untuk menahan diri sementara penyelidikan terus berlangsung.
Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur kritis akan memicu balasan yang lebih keras.
Para analis menilai kejadian ini menyoroti kerentanan jaringan energi regional di tengah ketegangan geopolitik.
Saat ini listrik di Tehran dan Karaj mulai pulih secara bertahap, namun insiden tersebut menegaskan risiko sabotase infrastruktur dalam konflik yang berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan