Media Kampung – 30 Maret 2026 | Seorang pengusaha muda bernama Laifa meluncurkan layanan penitipan nyekar dan perawatan makam di Surabaya. Layanan ini muncul setelah video demonstrasinya menjadi viral di media sosial.
Laifa menetapkan tarif dasar lima puluh ribu rupiah untuk penjemputan dan penempatan nyekar bunga. Biaya tambahan yang sama dikenakan untuk membaca doa bagi almarhum.
Pelanggan dapat memesan layanan melalui aplikasi pesan singkat atau nomor telepon yang disediakan. Tim Laifa akan menjemput nyekar dari penjual bunga terdekat.
Setelah tiba di lokasi, tim akan menata nyekar di sisi makam sesuai keinginan keluarga. Proses ini dijamin selesai dalam lima puluh menit.
Jika keluarga menginginkan doa, petugas yang terlatih akan membacakan doa singkat sesuai tradisi setempat. Doa tersebut dibayar dengan biaya tambahan yang sama.
Layanan ini menanggapi meningkatnya kebutuhan orang tua yang sulit mengunjungi makam karena kesibukan atau jarak. Laifa berharap dapat meringankan beban mereka.
Reaksi pengguna media sosial beragam, namun mayoritas memberikan apresiasi atas kepraktisan dan harga terjangkau. Beberapa komentar menyebut layanan ini inovatif.
Salah satu pengguna, Irawan, mengaku menggunakan jasa Laifa untuk merawat makam orang tuanya yang berada di daerah pinggiran. Ia menilai biaya sebanding dengan ketenangan hati.
Laifa menegaskan bahwa semua petugas telah mengikuti pelatihan kebersihan dan etika kerja. Mereka memakai perlengkapan pelindung saat menangani nyekar.
Pemerintah kota Surabaya belum mengeluarkan regulasi khusus untuk layanan serupa, namun pihak berwenang menyatakan tidak ada halangan hukum. Mereka mengawasi standar pelayanan.
Sebagai langkah transparansi, Laifa mengunggah bukti transaksi dan foto proses kerja di akun media sosial resmi. Hal ini bertujuan menghindari kecurigaan konsumen.
Beberapa pesaing lokal mulai meniru model bisnis ini dengan variasi harga. Namun Laifa menekankan keunggulan pada kecepatan respons dan kepercayaan pelanggan.
Menurut data internal, dalam tiga minggu pertama layanan tercatat melayani lebih dari seratus permintaan. Permintaan tertinggi berasal dari wilayah Sidoarjo dan Gresik.
Pihak Laifa berencana memperluas jangkauan ke kota lain di Jawa Timur pada kuartal berikutnya. Ekspansi tersebut akan melibatkan kolaborasi dengan penyedia bunga lokal.
Meski layanan ini terbilang sederhana, ia menyentuh aspek budaya dan keagamaan yang kuat di masyarakat Jawa. Penghormatan kepada leluhur tetap menjadi nilai utama.
Para ulama setempat menilai doa tambahan tidak melanggar tata cara, asalkan dilakukan dengan khusyu’. Mereka menyarankan agar biaya tidak menjadi beban bagi keluarga miskin.
Laifa menyatakan akan meninjau kembali tarif bila ada masukan dari komunitas. Ia menegaskan komitmen pada keberlanjutan layanan sosial ini.
Penggunaan teknologi sederhana, seperti WhatsApp Business, memungkinkan pencatatan order secara terstruktur. Hal ini mempermudah audit internal dan pelaporan.
Sebagai penutup, layanan Laifa menegaskan kembali tujuan utama: mempermudah masyarakat dalam mengekspresikan rasa hormat kepada orang yang telah tiada tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Dengan respons positif dan pertumbuhan permintaan, layanan penitipan nyekar dan doa ini diperkirakan akan menjadi bagian rutin dalam tradisi perawatan makam di Surabaya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan