Media Kampung – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengumumkan bahwa 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 10 provinsi sedang melakukan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang sering terjadi, seperti makanan dingin akibat waktu pengiriman yang terlalu lama serta risiko keracunan.
Dalam keterangannya, Zulhas menjelaskan, “Ya untuk mengurangi hal-hal yang seperti keracunan dan lain-lain, delivery yang panjang dan seterusnya dan seterusnya, makanan dingin dan seterusnya. Sudah dicoba 66 SPPG di 10 provinsi ya.”
Berdasarkan laporan awal, sistem prasmanan ini terbukti efektif dalam menekan pemborosan makanan. Dengan siswa yang dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan, jumlah makanan yang disediakan cenderung habis tanpa sisa. Zulhas menyatakan, “Tentu ini baru percobaan, ini kelihatan food waste-nya tidak ada, bersih. Bahkan ada beberapa yang masih lapar, dia bisa tambah lagi, jadi makanan tidak ada bersisa.”
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, juga menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian mendalam dari sisi operasional. BGN tengah menghitung efisiensi biaya dan logistik untuk menentukan apakah konsep prasmanan lebih hemat atau justru membutuhkan anggaran lebih besar dibandingkan sistem paket box. Sudaryono menargetkan jangkauan piloting ini dapat diperluas secara signifikan hingga akhir tahun 2026, dengan harapan jumlah lokasi uji coba bisa mencapai 1.000 hingga 5.000 SPPG. Namun, ia mengakui ada tantangan terkait kesiapan dapur dan pihak sekolah dalam pelaksanaan program ini. “Prasmanan ini dapurnya harus mau, artinya memang bisa karena ada sedikit kerepotan tambahan. Sekolahnya juga mesti mau karena ada penyesuaian operasional di lapangan,” jelas Sudaryono.












